Umum

10 Alasan Mengapa Kerajaan Saudi Wajib Ditentang

Salafynews.com, JAKARTA – Tragedi demi tragedi terjadi dalam musim haji tahun ini. Dimulai dengan tragedi crane yang mengerikan dan menewaskan 107 Jamaah haji, kebakaran hotel yang mengakibatkan dievakuasinya 1000 lebih jamaah, hingga yang paling dahsyat adalah tragedi malapetaka Mina yang menewaskan 2.000 orang serta mengakibatkan lebih dari 2.000 lainnya mengalami luka-luka, mau tidak mau kasus ini membuka mata dunia mengenai Kerajaan yang selama ini menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.

Keluarga Kerajaan Saudi

Penanganan yang terkesan ngawur dengan menjatuhkan tuduhan tanpa bukti demi menutup-nutupi kesalahan yang sebenarnya dilakukan  oleh pihak kerajaan setiap kali tragedi terjadi, tak mampu lagi dijadikan jurus ampuh dalam membendung kebohongan Riyadh, akibat derasnya informasi dari berbagai pihak dan sumber yang selalu membongkar setiap upaya tersebut. Kini jelas sekali pandangan dan kebencian tersorot pada kerajaan yang telah banyak sekali melakukan pelanggaran terhadap HAM dan hukum Internasional. Di antara hal-hal itu, sepuluh diantaranya disebutkan Medea Benyamin, salah seorang pendiri kelompok perdamaian CodePink dan organisasi hak asasi manusia Global Exchange, dalam artikelnya, “Sepuluh Alasan Mengapa Kerajaan Saudi Harus Ditentang”. Berikut kesepuluh alasan tersebut;

Pertama, Arab Saudi dijalankan oleh sebuah monarki absolut dari sebuah klan yang besar, yaitu keluarga al Saud, dan tahta kerajaan diwariskan secara turun-temurun. Kabinet dipilih secara langsung oleh raja, serta kebijakan kabinet harus sesuai dengan kemauan kerajaan. Partai politik adalah sangat dilarang di Saudi karenanya tidak  ada pemilu nasional.

Kedua, Mengkritik kerajaan, atau melakukan pembelaan terhadap HAM, bisa membawa seseorang menerima hukuman kejam ditambah pula dengan kurungan penjara di Saudi. Ali al-Nimr ditangkap dan ditahan pada umur 17 tahun hanya karena memprotes pemerintah yang korup. Ia kini bahkan dijatuhi hukuman mati berupa pemenggalan dihadapan publik. Raif Badawi dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun dan hukuman cambuk 1.000 kali atas kritiknya terhadap hukum kerajaan. Waleed Abulkhair harus menjalani hukuman penjara, sebagai konsekwensi atas pekerjaannya sebagai pengacara HAM. Undang-undang baru Saudi bahkan menyamakan kritik terhadap pemerintah dan kegiatan damai lainnya dengan terorisme. Pemerintah ketat mengontrol pers dalam negeri, melarang wartawan dan editor mempublikasikan artikel yang dianggap menyinggung  keagamaan maupun otoritas yang berkuasa. Lebih dari 400.000 situs internet yang dianggap tidak sesuai dengan kemauan kerajaan atau mengandung unsur politik yang dianggap sensitif, diblokir. Sebuah hukum yang berlaku mulai Januari 2011, mengharuskan semua blog dan website, atau siapa pun yang memuat posting berita atau komentar secara online, memiliki lisensi dari Kementerian Informasi atau menghadapi resiko denda dan/atau penutupan website.

Ketiga, Saudi Arabia menempati ranking teratas dalam tingkat pemberian hukuman mati di dunia, membunuh ratusan orang pertahun atas berbagai tuduhan meliputi perzinahan, anggapan kemurtadan, penggunaan narkoba dan ilmu sihir. Pemerintah telah melakukan lebih dari 100 pemenggalan untuk tahun ini saja, dimana hampir kesemuanya dilaksanakan dalam ruang publik.

Keempat, Perempuan Saudi adalah warga kelas dua. Polisi agama menegakkan kebijakan segregasi gender dan sering melecehkan perempuan, menggunakan hukuman fisik berlebihan untuk menegakkan hukum atas para wanita.

Kelima, Tidak ada kebebasan beragama. Pemerintah melarang praktek umum dari  agama apapun selain Islam dan membatasi praktik keagamaan dari  minoritas muslim serta kaum Sufi.

Keenam, Saudi adalah pengekspor ideologi ekstremis dalam Islam, yaitu wahabisme, ke seluruh dunia. Selama tiga dekade terakhir, Arab Saudi telah menghabiskan 4 miliar dolar pertahun untuk masjid, madrasah-madrasah, pengkhotbah, siswa, dan buku buku provokatif  untuk menyebarkan Wahabisme. Jangan lupa bahwa 15 dari 19 tersangka pelaku serangan 9/11 adalah warga Saudi, termasuk Osama bin Laden sendiri.

Ketujuh, Kerajaan ini dibangun dan bisa berjalan berkat buruh asing, namun lebih dari enam juta pekerja asing hampir tidak memiliki perlindungan hukum. Mereka yang  berasal dari negara miskin, banyak yang terpikat untuk bekerja di kerajaan itu dengan harapan palsu dan terpaksa menanggung kondisi kerja dan hidup yang berbahaya. Migran perempuan pembantu rumah tangga tak terhitung jumlahnya yang melaporkan kekerasan fisik, seksual, dan emosional luar biasa.

Kedelapan, Arab Saudi danai terorisme di seluruh dunia. Sumber wikileaks membocorkan bahwa pada tahun 2009 sebuah kabel yang berisi kutipan kementerian Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan, “Dana dari  Arab Saudi merupakan sumber dana  yang paling signifikan  untuk kelompok teroris di seluruh dunia … dan semakin meningkat  semenjak Arab Saudi  menjadi basis tetap dukungan keuangan penting untuk al -Qaeda, Taliban, Lashkar e-Tayyiba dan kelompok teroris lainnya. “Di Suriah Saudi mendukung pasukan sektarian paling ekstrim dan ribuan prajurit asing yang bergabung dengan mereka. Dan sementara pemerintah Saudi mengutuk ISIS, banyak ahli, termasuk ketua penulis 9/11 Comission Report,  Bob Graham, percaya bahwa ISIS adalah produk dari cita-cita Saudi, uang Saudi  dan dukungan organisasi Saudi.

Kesembilan, Saudi telah menggunakan aparat militer besar-besaran mereka untuk menyerang negara-negara tetangganya demi meredam pemberontakan demokratis. Pada tahun 2011, militer Saudi (menggunakan tank-tank) menjelajah negara tetangga Bahrain dan secara brutal menghancurkan gerakan pro-demokrasi bangsa itu. Pada 2015, Saudi melakukan campur tangan dalam konflik internal di Yaman, dengan serangkaian kampanye bom mengerikan (menggunakan amunisi cluster buatan Amerika dan jet tempur F-15) yang telah menewaskan dan melukai ribuan warga sipil. Konflik tersebut telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat parah hingga mempengaruhi 80 persen dari orang-orang Yaman.

Kesepuluh, Saudi mendukung kudeta di Mesir yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan memenjarakan 40.000 lebih pembangkang politik  ke penjara. (SFA/CounterPunch)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Saudi dan Persekutuannya Dengan Kejahatan dan Terorisme | SalafyNews

  2. Pingback: Mufti Aswaja Suriah: Eksekusi Sheikh Nimr Oleh Saudi Hanya Untuk Hancurkan Islam | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: