Eropa

160 Tewas Dalam Serangan Teroris Paling Mematikan di Paris

PARIS, Salafynews.com – Sekitar 160 orang tewas di ibukota Paris dalam serangan paling mematikan yang melanda negara itu sejak Perang Dunia Kedua.

Pada Jumat malam (13/11), lebih dari 100 orang yang disandera oleh kelompok bersenjata di konser Bataclan di pusat kota Paris, tewas. Para pejabat mengatakan penyandera juga tewas setelah polisi menyerbu tempat tersebut.

Dalam serangan lain, sedikitnya 11 orang tewas oleh kelompok bersenjata di luar sebuah bar yang disebut Le Carillon di Paris.

Para penyerang juga melepaskan tembakan di restoran Petit Cambodge di distrik 10, menewaskan empat orang.

Ledakan di dekat Stadion Nasional

Stadion-de-FranceTiga ledakan di dekat Stade de France, stadion nasional di utara Paris, meninggalkan beberapa orang tewas dan terluka.

Pada saat ledakan, Presiden Prancis Francois Hollande hadir di stadion, di mana Timnas Prancis sedang menghadapi Timnas Jerman. Hollande dievakuasi ke tempat yang aman sebelum mengadakan pembicaraan krisis dengan Perdana Menteri Manuel Valls dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve di gedung Kementerian Dalam Negeri.

Ledakan di dekat stadion terdengar di dalam stadion selama pertandingan yang terjadi di babak pertama, tapi pertandingan itu tidak berhenti. Prancis mengalahkan Jerman 2-0 dalam pertandingan yang dibayangi oleh kekerasan menakutkan.

Keadaan darurat

Dalam sebuah pernyataan di televisi, Hollande mengatakan dua keputusan besar telah dibuat dan rapat kabinet.

Keputusan pertama, ia berkata, “Keadaan telah ditetapkan”, dan yang kedua “akan penutupan perbatasan nasional.”

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada yang datang di untuk melakukan tindakan apapun, dan pada saat yang sama memastikan bahwa mereka yang telah melakukan kejahatan-kejahatan ini harus ditangkap jika mereka mencoba untuk meninggalkan negara ini,” tegas presiden Prancis.

Hollande juga telah membatalkan rencana kunjungan ke KTT G20 di Turki, pada tanggal 15 November dan 16, menyusul serangan Paris.

Kecaman global
Sejumlah besar tokoh politik dan badan-badan internasional di seluruh dunia mengecam serangan mematikan di Paris.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan, dan menyebutnya sebagai serangan “barbar dan pengecut.”

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan belasungkawa dan dukungan untuk rekannya Francois Hollande dan orang-orang Perancis.

Pada konferensi pers di Gedung Putih, Presiden AS Barack Obama mengatakan pemerintahannya siap “memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan pemerintah dan rakyat Perancis”, dan berjanji untuk “membawa teroris ke pengadilan dan memusnahkan jaringan teroris” yang terlibat. Dia juga menggambarkan serangkaian insiden mematikan di Paris sebagai “serangan terhadap seluruh umat manusia”.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan “sangat terguncang oleh berita dan gambar yang sampai pada kita tentang situasi di Paris”.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan dia “terkejut” oleh serangan di Paris, dan bersumpah akan membantu negara tetangganya.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menulis di halaman Twitter-nya bahwa ia “sangat terkejut dengan peristiwa di Paris,” dan mengungkapkan “solidaritas penuh terhadap orang-orang Perancis.” [Sfa/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: