Internasional

30 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Terbaru di Sana’a

Salafynews.com – Serangan udara terbaru Saudi terhadap Yaman telah merenggut nyawa sedikitnya 30 warga sipil di ibukota Sana’a.

Menurut pejabat lokal Yaman, serangan udara Saudi pada Jumat menargetkan wilayah pemukiman di distrik Sawan Sana’a, menewaskan 30 warga sipil, termasuk sembilan perempuan dan dua anak.

Beberapa orang juga terluka berikut serangan udara Saudi di provinsi Yaman Aden, Hajjah, Ma’rib dan Jawf.

Anggota keluarga pengungsi Yaman duduk di sebuah terowongan air bawah tanah di mana mereka mengambil tempat tinggal setelah rumah mereka dihancurkan oleh serangan udara Saudi di ibukota Sana'a, tanggal 30 April 2015. (Sumber: AFP)

Anggota keluarga pengungsi Yaman duduk di sebuah terowongan air bawah tanah di mana mereka mengambil tempat tinggal setelah rumah mereka dihancurkan oleh serangan udara Saudi di ibukota Sana’a, tanggal 30 April 2015. (Sumber: AFP)

Sebuah jembatan juga dilaporkan hancur oleh jet tempur Saudi di distrik Huth di provinsi Amran

Sementara itu, bentrokan semalam antara tentara Saudi dan pejuang Ansarullah Yaman menewaskan tiga tentara Saudi di dekat perbatasan Yaman, Riyadh.

Sebelumnya, Mohammed Badr Bassalma, mantan menteri transportasi Yaman dalam kabinet presiden buronan, Abd Rabbuh Mansur Hadi, menyerukan “intervensi militer langsung” untuk menghentikan kemajuan pejuang Ansarullah.

 

DK PBB Gagal Menyepakati Genjatan Senjata

Pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati pernyataan Rusia yang menuntut gencatan senjata di Yaman.

Laporan mengatakan bahwa 15 negara anggota badan PBB menolak untuk menyetujui pernyataan yang diajukan Moskow yang menyerukan gencatan senjata segera dalam upaya untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke negara yang mengalami konflik.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengecam Washington yang mendukung agresi Saudi terhadap rakyat Yaman.

“Jelas, mereka [para pemimpin AS] perlu bertanggung jawab karena mereka mendukung pemboman oleh koalisi Saudi. Dan mereka juga harus bertanggung jawab atas konsekuensi kemanusiaan yang terjadi,” tambahnya.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin (Sumber:AFP)

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin (Sumber:AFP)

Duta besar Rusia juga menyatakan keprihatinan serius Moskow atas ketegangan yang meningkat di Yaman. Ia mengatakan bahwa Riyadh tidak menunjukkan minat dalam menyelesaikan konflik di negara Arab melalui dialog dan memilih untuk operasi militer.

Arab Saudi mulai agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk mengembalikan kekuatan untuk Hadi, yang merupakan sekutu dekat Riyadh.

Pada tanggal 21 April, Riyadh mengumumkan akhir dari fase pertama operasi militer yang melanggar hukum dan merenggut nyawa sekitar 1.000 orang. Namun serangan udara terus berlangsung dengan  menargetkan daerah yang berbeda di seluruh negeri dalam fase baru ini. (jb)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: