Internasional

8,6 Juta Rakyat Yaman Butuh Bantuan Medis

 Salafynews.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir-Abdollahian mengutuk blokade udara dan laut Yaman.

“Blokade ini tidak bisa dibiarkan, anak-anak, perempuan, tua dan muda membutuhkan bantuan medis. Blokade ini bentuk kekejaman lain dari rezim Arab Saudi” Amir- Abdollahian mengatakan pada hari Selasa.

Pernyataan itu dilontarkan olehnya ketika bertemu dengan Ketua Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Teheran.

Diplomat Iran juga menekankan bahwa ICRC yang berbasis di Jenewa memainkan peran penting dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman, ia menyerukan untuk mempercepat pengiriman makanan dan medis ke Yaman.

Amir-Abdollahian juga menyuarakan kesiapan Iran untuk menempatkan tim kemanusiaan di ICRC.

Schweizer, menjelasankan kepada wakil menteri luar negeri Iran bahwa ICRC sedang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Yaman, dan mendesak negara-negara regional untuk mengirim kiriman bantuan kemanusiaan mereka ke Yaman melalui biro ICRC di kota pelabuhan Oman selatan, Salalah, serta negara Afrika Djibouti .

Pada tanggal 27 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa orang Yaman tidak bersalah membayar “harga tertinggi” untuk agresi Saudi terhadap negara itu.

Seorang pria Yaman menerima pengobatan saat ia bersandar di tempat tidur di rumah sakit di ibukota, Sana’a, 27 Mei 2015. (© AFP)

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan memperingatkan situasi medis yang mengerikan di Yaman karena serangan udara Saudi dan konflik yang sedang berlangsung di negara itu, ia mengatakan, “Hampir 8,6 juta orang membutuhkan bantuan medis.”

ARN0012004001511299_Rakyat_Yaman_Membutuhkan_Bantuan_Medis

Seorang pria Yaman menerima pengobatan saat ia bersandar di tempat tidur di rumah sakit ibukota, Sana’a, 27 Mei 2015. (© AFP)

Arab Saudi melancarkan serangan militer terhadap Yaman pada tanggal 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi, yang saat ini menguasai ibukota, Sana’a, dan provinsi utama, dan untuk mengembalikan kekuatan mantan Presiden buronan Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu setia Riyadh. [AH]

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: