Nasional

Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah Pemakar NKRI, Pembenci Pancasila dan Anti Nasionalisme

SELAMAT HARI PAHLAWAN!

Tujuh belas agustus tahun empat lima!

Itulah hari kemerdekaan kita!

Hari merdeka nusa dan bangsa!

Hari lahirnya bangsa Indonesia!

Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka!

Selama hayat masih di kandung badan..

Kita tetap setia tetap setia..

Mempertahankan Indonesia..

JAKARTA, Salafynews.com – LIRIK lagu “Hari Kemerdekaan”, yang dikarang oleh seorang HABIB (garis keturunan darah Nabi Muhammad SAW), Pahlawan Nasional Habib Husein Mutahar (alm) yang mengajarkan putra bangsa untuk CINTA NKRI & BELA NEGARA lewat lagu yang dinyanyikan setiap hari Kemerdekaan, atau Hari Pahlawan 10 November. (Baca: Bapak Pramuka Indonesia Yang Tak Banyak Dikenal)

Tak hanya itu, Habib Husein Mutahar juga pemerakarsa UPACARA HORMAT BENDERA sang saka merah putih, konon almarhum yang memimpin langsung pengerekan bendera Pusaka saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya PASKIBRAKA (Pasuka Pengibar Bendera Pusaka), yang tradisinya berlanjut sampai hari ini.

Kelompok Khilafah Makar NKRI

Seorang HABIB KETURUNAN NABI saja mengajarkan kita anak bangsa agar selalu mempertahankan NKRI & siap membela negara.. Sementara saat ini ada orang orang ASLI MELAYU bergaya bak bangsa Arab mengenakan Surban, jidat legam, jenggot panjang, celana cingkrang (mungkin supaya kelihatan alim), tapi sayangnya BUKAN alim di Akhlak & kelakuan..

Kelompok ini isinya orang orang ASLI INDONESIA tidak ada darah Arab, apalagi turunan Nabi, memperjuangkan gerakan ARABISASI berkedok Islam yang bertujuan untuk mendirikan KHILAFAH dengan sebelumnya akan binasakan Pancasila, tidak mau mengakui KHILAFAH SAH Republik ini, yakni Pemerintah RI.

Tak hanya itu, kelompok SOK BERLAGAK ARAB (bahkan lebih arab dari pada Arab, alias KEBLINGER), juga mengkafir-kafirkan siapa saja yang berbeda pendapat dengan mereka, menghalalkan darah siapa saja yang bersebrangan dengan mereka, bahkan menebar kebencian & menghasut permusuhan SARA antar agama antar aliran secara sistematis, terstruktur & masif. (Baca: Penjaga Sang Saka Merah Putih Yang Terlupakan)

Ketika HABIB TURUNAN NABI berjuang demi tegaknya NKRI & Pancasila, dan wasiat Nasionalismenya masih bisa diteladani oleh generasi ratusan tahun ke depan, sementara bocah bocah ingusan tengik berdarah asli melayu MABOK KULTUR ARAB mau menghancurkan warisan sang Habib??

DASAR GOBLOK!!! Sekiranya sudah benar kata Kiyai idola Ustad Prof. Dr Haji Said Aqil, Ketum NU. tiada kata lebih tepat untuk mereka. (SFA/AM)

Sumber: Akun Facebook Abu Janda Al-Boliwudi

7 Comments
To Top
%d bloggers like this: