Editorial

AHOK Larang Pawai Bukan Larang Takbiran

#NKRIHargaMati

Senin, 04 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kelompok-kelompok yang anti Ahok, radikal serta intoleran dengan segera sebarkan berita Bahwa Ahok Anti Islam karena larang Takbir keliling, Ahok Tak tahu tradisi Indonesia dll, kenapa semua yang berkaitan dengan Ahok arahnya ke SARA? Coba lihat dari kacamata yang lain kenapa Ahok larang takbir keliling? Dan Ahok bukan melarang takbirannya tapi melarang pawainya, namun para kelompok barisan sakit hati meluapkan kekesalannya kepada Ahok dengan cara fitnah sedemikian dahsaytanya bahwa Gubernur Ahok anti Islam, ini jelas sebuah kejahatan sosial dan politik yang dilakukan mereka. (Baca: Ini 5 Kelompok yang Paling Takut Ahok Menang Lagi)

Tawuran Saat Takbiran

Beda lagi kalau yang berbicara Aher kok tidak ada yang bersuara, menurut berita Kompas hari ini, Gubernur Jawa Barat sepakat dengan arahan Kapolda Jabar tentang pelarangan takbir keliling, Kenapa kalian diam saja??. Jadi ketika mengkritisi Ahok harus fair juga dong, tidak suka Ahok sah-sah saja, itu hak kalian, tapi memfitnah dan membuat fitnah SARA itu berbahaya bagi keutuhan NKRI. (Baca juga: Yusuf Muhammad: Ahok ‘Iklan’ untuk Jakarta, Deddy Mizwar ‘Iklan’ untuk Siapa?)

Menurut pegiat dunia maya yang memang spesialis menghajar kelompok Radikal, Ustad Abu Janda Al-Boliwudi dalam time line nya menulis:

DILARANG KARENA KAMPUNGAN.

NGGA ADA URUSAN SAMA ISLAM.

Pemprov DKI memutuskan untuk melarang Takbiran Keliling karena pengalaman tahun 2015 kemarin dalam satu malam sampai ada EMPAT TAWURAN di empat lokasi berbeda di DKI Jakarta.

Dilaporkan DETIK NEWS tahun 2015, tawuran di malam takbiran sudah jadi BUDAYA yang meresahkan warga dan merepotkan aparat kepolisian.

Dalam satu malam bisa terjadi bentrokan di empat lokasi berbeda:

  1. TAWURAN DI CIDENG
  2. TAWURAN DI BERLAN
  3. TAWURAN DI PRUMPUNG
  4. TAWURAN DI JAGAKARSA

Berawal dari saling ledek, adu mulut, akhirnya lempar batu dan lempar petasan. Tawuran terjadi di Jalan Raya Baru Cideng Tanah Abang. Bahkan tawuran bisa terjadi hanya karena adu kencang menabuh bedug.

Di Jagakarsa tawuran saling lempar batu terjadi di depan kampus IISIP, hal serupa terjadi di Prumpung. Sedangkan di daerah Berlan Matraman, dua kelompok warga saling lempar batu dan lempar petasan, sampai ada yang bawa pedang.

Ini alasan kenapa Pemprov DKI memutuskan melarang Takbiran Keliling, yakni demi keselamatan warga DKI sendiri, takut terjadi bentrok lagi, jangan sampai ada JATUH KORBAN.

JADI TIDAK USAH BAWA-BAWA ISLAM.

Larangan Pemprov DKI sama sekali BUKAN bentuk diskriminasi terhadap Islam. Jadi TIDAK USAH dipolitisasi seolah-olah Pemprov DKI “Anti Islam”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: