Internasional

Aksi Bom Bunuh Diri di Suriah Adalah Upaya Teroris Gagalkan Pertemuan Jenewa

02 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Departemen Luar Negeri Suriah menegaskan bahwa aksi pemboman teroris yang terjadi di distrik Sayeda Zainab di Povinsi Raif Damaskus dilakukan dalam rangka upaya beberapa kelompok teroris bersenjata yang didukung oleh beberapa pemerintah negara-negara asing seperti Turki, Arab Saudi dan Qatar untuk mengagalkan upaya dialog Suriah-Suriah.

Kementerian Luar Negeri dalam suratnya yang dikirimkan kepada masing-masing kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita “SANA” yang mengatakan bahwa organisasi teroris telah meledakkan sebuah bom mobil di kampung “Ku’ Al-Sudan” daerah perumahan yang dipadati warga sipil di distrik Sayeda Zainab di Raif Damaskus, diikuti pula oleh dua peledakan bom bunuh diri dengan menggunakan sabuk peledak saat tim medis dan warga sipil yang berkumpul sedang menyelamatkan para korban aksi bom teroris, menurut hasil dari data awal menyebutkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan 50 orang tewas dari warga sipil dan lebih dari 105 orang lainnya terluka, beberapa dari mereka mengalami luka sangat serius di samping kerugian materi yang cukup besar.

Kementerian Luar Negeri itu juga menegaskan bahwa aksi pengeboman yang dilakukan oleh para teroris adalah sebuah tindakan pengecut dan terkutuk, teror ini datang dalam konteks upaya beberapa kelompok teroris bersenjata yang didukung oleh beberapa pemerintah negara-negara luar seperti Turki, Arab Saudi dan Qatar yang berusaha menggagalkan upaya untuk dimulainya dialog Suriah-Suriah, selain itu aksi tersebut bertujuan untuk meneror warga yang tidak bersalah serta untuk mengembalikan semangat moral organisasi militan bersenjata yang mengalami kekalahan berturut-turut disetiap harinya.

Kementerian Luar Negeri itu menambahkan pula bahwa “apa yang menarik perhatian kami adalah bahwa para pelaku kejahatan ini telah mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka bahwa aksi pemboman itu dilakukan untuk mendukung para delegasi oposisi yang datang dari Riyadh yang akan mendiskusikan dengan para delegasi pemerintah Suriah di Jenewa dibawah naungan Staffan de Mistura”.

Di akhir kedua surat tersebut disebutakn bahwa pemerintah Suriah menyeru kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan untuk menghukum pelaku pemboman yang terjadi hari Senin dan beberapa aksi pemboman teroris pengecut lainnya yang menargetkan warga sipil tak berdosa di banyak kampung dan kota-kota di Suriah. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: