Eropa

Aktifis Atheis ‘Femen’ Ganggu Konferensi Muslim Perancis

Salafynews.com, PARIS Dua aktifis Femen mengganggu sebuah konferensi Muslim yang bertempat di Pontoise, barat laut Paris, Minggu (13/9). Dengan seenaknya para aktifis ini melompat ke panggung ketika acara sedang berlangsung. Dua aktifis yang bertelanjang dada itu berteriak-teriak mengenai slogan mereka hingga pihak keamanan memaksa mereka keluar.

Ilustrasi @anti_femen

“Tak seorang pun yang bisa membuatku patuh” demikian pesan yang tertulis di tubuh mereka.

Femen adalah sekelompok aktivis atheis perempuan yang mengatasnamakan diri mereka membela hak perempuan. Mereka ini adalah feminis ekstrim yang lahir pada tanggal 10 April 2008 di Ukraina, yang kini memiliki sekitar 150.000 pengikut yang tersebat di 17 negara.

Kelompok ini telah melakukan berbagai serangan telanjang di berbagai negara, meliputi Ukraina, Prancis, Swedia dan bahkan Tunisia.

Pada 1 Mei, para aktifis femen telah mengganggu pidato May Day Marine Le Pen yang diselenggarakan oleh Partai Front Nasional di Paris, dan menyebutnya seorang fasis.

Salah satu unjuk rasa yang merupakan skandal terbesar terjadi pada bulan Januari 2013, ketika mereka juga menyambut gembira atas mundurnya paus Benediktus XVI pada 12/2/2013 di Katedral Notre Dame, Paris. “Tidak Ada Lagi untuk Paus!” teriak mereka. “Tidak ada lagi homofobia” dan “Bye bye Benediktus!”  dan punggung bertuliskan “Pope No More,” dan “Bye Bye Benedictus.”

Dalam aksi-aksinya, para aktivis FEMEN selalu  menuliskan slogan-slogan di tubuhnya. Aksi-aksinya ditujukan kepada tiga kelompok, yaitu diktator, gereja (institusi agama), dan industri seks. Selain menebar gambar-gambar bertelanjang dada di internet, mereka pun menggelar aksi di depan gereja, masjid, kedutaan besar, kantor-kantor pemerintah, dan lain sebagainya. Tidak hanya menggelar demonstrasi, para aktivis FEMEN berkali-kali diciduk oleh keamanan setempat karena secara agresif mendekati, bahkan melakukan kekerasan kepada para tokoh. (SFA/LM/RT)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    September 14, 2015 at 2:32 pm

    Yah beda tipislah dengan wahabi salafi dalam kekerasan, bedanya adalah jika salafi takfiri melakukan kekerasan atas nama Tuhan, sedangkan femen atas nama kebebasan. sama gilanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: