Eropa

Al-Qaida Dirikan Negara Kecil di Yaman Berkat Intervensi Inggris dan Amerika

Senin, 18 April 2016

YAMAN, SALAFYNEWS.COM – Independent merilis topik milik Patrick Coburn, koresponden surat kabar khusus Timur Tengah, yang berjudul “berkat intervensi Inggris-Amerika Serikat kini al-Qaeda memiliki negara kecil di Yaman, dan terulangnya skenario Irak dan ISIS”.

Coburn mengatakan bahwa apa yang terjadi di Yaman karena intervensi AS-Inggris hingga menyebabkan terulangnya apa yang telah terjadi di Irak setelah intervensi militer Barat. Hasilnya adalah kelompok teroris ISIS berhasil menguasai dan mengendalikan sejumlah wilayah dengan lahan yang sangat luas di Irak dan Suriah, hal yang sama terulang di Yaman, di mana para militan bersenjata dari kelompok al-Qaeda mampu mendirikan sebuah negara kecil di sana.

Coburn menganggap bahwa hal itu merupakan pengulangan kegagalan AS-Barat dalam memerangi terorisme setelah terjadinya serangan 11 September 2001.

Disebutkan bahwa alasan yang paling penting yang menyebabkan kegagalan berulang-ulang adalah bahwa Washington dan London serta beberapa sekutu keduanya memberikan prioritas untuk mempertahankan aliansi antara mereka dan Kerajaan Arab Saudi serta sejumlah kerajaan Teluk (Persia).

Coburn menunjukkan bahwa intervensi dengan cara berada disamping Arab Saudi di Yaman telah menyebabkan sejumlah bencana. Tak mampu meraih hasil yang direncanakan Barat malah membuat situasi semakin kacau dan mengakibatkan kehancuran kehidupan bagi jutaan jiwa rakyat Yaman serta semakin berkuasanya sejumlah gerakan teroris Salafi seperti Al-Qaeda dan ISIS. (Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’)

Coburn mulai menjelaskan apa yang terjadi di Yaman kepada para pembaca di Inggris, bahwa bahwa satu tahun penuh dari pemboman Saudi dengan dukungan Barat sama sekali tidak mampu membuat para pendukung Presiden Abd Rabboh Mansour Hadi menguasai ibukota Sanaa, yang hingga saat ini masih berada di bawah kendali para pejuang setia Houthi, sehingga masalah itu berakhir dengan penandatanganan gencatan senjata.

Coburn menegaskan bahwa pemenang sebenarnya dari situasi ini adalah al-Qaeda yang berada di Semenanjung Arab, dimana fakta menyebutkan bahwa mereka dapat mendirikan sebuah negara kecil dengan jarak lebih dari 600 kilometer persegi di pantai selatan negara itu. Selain itu,  kelompok teroris itu juga mampu mengendalikan pemerintahan dan memperoleh pajak serta pendapatan di wilayah itu.

Dia juga menambahkan bahwa kelompok teroris al-Qaeda setelah bersembunyi dan tak satu orang pun yang mengetahui aktifitas mereka, kini mereka menampakan diri dan memperluas wilayah kekuasaannya sama  seperti yang dilakukan ISIS pada tahun lalu di Irak dan Suriah.

Coburn mengatakan bahwa konsekuensi dari intervensi Saudi di Yaman dan kebangkitan al-Qaeda di Semenanjung Arab telah diabaikan oleh pemerintah Barat dan media. Dia juga memperingatkan bahwa konsekuensinya akan menambah parah keadaan dan akan dapat keluar dari batas-batas wilayah Timur Tengah. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: