Eropa

Amnesty International Kecam Uni Eropa atas Lambannya Penanganan Krisis Pengungsi

Salafynews.com, EROPA – Amnesty International mengecam negara-negara Eropa atas kesalahan dalam penanganan krisis pengungsi di benua itu.

“Respon terhadap krisis pengungsi di Eropa sangat sedikit, hal itu terlihat jelas pada sistem suaka di Eropa yang masih kacau balau dan perlu adanya reformasi dalam hal ini”, kata John Dalhuisen, direktur Amnesty International untuk Eropa dan Asia Tengah, Rabu.

Dia menambahkan bahwa “tingkat penderitaan yang dihadapi pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan dan pelanggaran HAM telah mencapai di ambang  batas di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.”

Kelompok hak asasi juga mendesak perubahan drastis dalam pendekatan Eropa untuk masalah ini, dan mengusulkan rencana penanganan untuk membantu meringankan krisis yang meningkat di benua itu.

Rencananya menetapkan bahwa para pemimpin Uni Eropa memberikan dukungan bagi negara-negara yang berhadapan dengan krisis dan menyusun mekanisme memastikan bahwa pengungsi tiba di perbatasan akan mendapatkan akses ke wilayah Uni Eropa.

Hal ini juga menyerukan para pemimpin Eropa untuk bekerja di luar skema relokasi darurat untuk mengurangi tekanan pada negara-negara perbatasan, dan mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk menghindari penggunaan kekuatan yang berlebihan atau tidak perlu terhadap pengungsi.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di London memperkirakan bahwa “sekitar 1,38 juta tempat pemukiman untuk pengungsi yang paling rentan di seluruh dunia, dibutuhkan selama dua tahun ke depan,” dan mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk menawarkan setidaknya 300.000 tempat pemukiman selama periode yang sama.

Langkah yang diambil oleh kelompok hak asasi manusia datang menjelang pengumuman yang diharapkan akan diumumkan oleh Komisi Eropa untuk kuota wajib bagi negara-negara Uni Eropa dalam menangani krisis migran.

Jean-Claude Juncker, kepala Komisi Eropa, telah menyusun rencana yang menekankan relokasi pengungsi dari negara-negara Uni Eropa yang kewalahan.

Menurut usulan Juncker, Jerman dan Perancis akan menampung sekitar setengah dari 120.000 pengungsi yang akan direlokasi dari negara-negara seperti Yunani dan Italia. Rencananya aturan ini akan diresmikan pada hari Rabu (9/9).

Eropa sedang menghadapi krisis pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan terus meningkat selama musim panas. Pengungsi langsung memasuki Eropa bukan tinggal di kamp-kamp yang ada di negara-negara tetangga.

Benua ini sekarang dibanjiri pengungsi, terutama migran asal Suriah yang mengungsi akibat konflik yang berkepanjangan.

Menurut perkiraan PBB, 300.000 orang telah meninggalkan Timur Tengah dan Afrika sepanjang tahun ini untuk kehidupan yang lebih baik di Eropa, khususnya Jerman.

Angka-angka gelombang pengungsi pada tahun 2015 saja, sekitar 2.600 migran kehilangan nyawa mereka setelah melewati perjalanan yang berbahaya dengan melintasi laut Mediterania ke pantai Uni Eropa dengan menggunakan kapal penyelundup. [Sfa/albawaba]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: