Eropa

Amnesty International Minta AS Akui Pembunuhan 300 Warga Sipil di Suriah

Jum’at, 28 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON  – Amnesty International menyerukan kepada pemerintah AS untuk mengakui pembunuhan 300 warga sipil Suriah, akibat 11 serangan udara yang dilancarkan oleh AS dalam waktu dua tahun, sejak awal operasi militer koalisi internasional dalam memerangi ISIS di Suriah. (Baca: PERINGATAN SETAHUN PERANG YAMAN, Pesan Pedas Houthi Kepada Tirani Saudi-AS-Israel)

Wakil Direktur Penelitian Amnesty International, Lynn Maalouf, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami takut merendahkan koalisi yang dipimpin AS dengan menyebutkan bahaya dan kerugian yang telah disebabkan oleh operasi AS di Suriah”. Ia mengatakan bahwa ada 11 operasi yang dilancarkan koalisi internasional dalam memerangi ISIS selama kurun waktu 2 tahun, yang telah menyebabkan sekitar 300 nyawa warga sipil Suriah melayang. Meskipun demikian kekuatan utama dari koalisi, yakni tentara AS sampai saat ini tidak mengakui telah membunuh satu orangpun dari serangan itu.

Lynn Maalouf menjelaskan bahwa organisasi kemanusiaan Amnesty International didirikan karena ingin tercapainya keadilan, dengan mempelajari sejumlah laporan media dan hal-hal lain yang diperoleh dari organisasi-organisasi yang terus mengamati, dari asosiasi hak asasi manusia, dan sejumlah wawancara dengan saksi serta analisis dari sejumlah gambar satelit dan data visual.

Ia juga menegaskan bahwa sudah saatnya pihak berwenang AS untuk mengungkapkan seluruh kenyataan yang berkaitan dengan bahaya dan kerugian yang dialami warga sipil Suriah yang disebabkan oleh serangan dari koalisi internasional di Suriah. (Baca: #PerangYaman! Genap Setahun Agresi Saudi-Barat Kepada Rakyat Yaman)

Organisasi ini juga menyerukan untuk melakukan sebuah investigasi yang independen dan netral dalam menyelidiki setiap pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh koalisi internasional, yang bertentangan dengan hukum internasional dan hak asasi manusia di Suriah, dan mengungkapkan hasil penyelidikan tersebut kepada publik.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS sampai saat ini belum menanggapi permintaan yang telah disampaikan oleh PBB kepada Departemen Pertahanan AS pada tanggal 28 September lalu, di mana tindakan-tindakan koalisi internasional di Suriah ini menimbulkan banyak pertanyaan. (Baca: Inilah Daftar Pembantaian dan Kejahatan Agresi Saudi-AS Atas Warga Muslim Yaman)

Ia juga menjelaskan bahwa serangan yang dilancarkan koalisi internasional terhadap distrik Manbij, provinsi Aleppo telah menyebabkan lebih dari 100 orang tewas di dua desa al-Tokhar dan al-Ghondurah sepanjang bulan juni dan juli lalu. Ia melanjutkan, bahwa serangan terhadap al-Tokhar sendiri terjadi pada 19 juli dan menewaskan 73 warga sipil dan 23 diantaranya adalah anak-anak, dan melukai 30 orang lainnya. Ia juga menyebutkan, terjadi ledakan di sebuah pasar di desa al-Ghondurah pada tanggal 28 juli lalu yag telah merenggut nyawa 28 warga sipil, termasuk 7 anak-anak.

Sementara itu, 40 warga sipil lainya tewas, termasuk 19 anak-anak dan 30 orang lainnya luka-luka dalam serangan terhadap dua rumah di desa Ain al-Khan di provinsi Hasaka pada tanggal 7 desember 2015. Selain itu, serangan udara dari koalisi internasional terhadap wilayah Atimah di provinsi Aleppo pada 11 agustus 2015 juga telah menewaskan 80 warga sipil, termasuk 6 anak-anak yang berusi 7-14 tahun. (SFA)

Sumber: almaalomah.info

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: