Internasional

Anak Sheikh Nimr; Ayahku Pembela Kaum Tertindas dan Tahu Akan Dibunuh

19 Janauri 2016

RIYADH, SALAFYNEWS.COM – Mohammed Nimr Al-Nimr putra ulama Saudi Nimr al-Nimr yang dieksekusi awal tahun ini, menyebutkan bahwa ayahnya selalu menuntut pihak berwenang agar mau  membebaskan semua tahanan politik dan ia mengetahui bahwa cepat atau lambat dirinya akan dibunuh.

Mohammed Tiger berbicara dalam sebuah wawancara dengan saluran “Russia Today” tentang penangkapan ayahnya, ia mengatakan bahwa mobil polisi dengan sengaja menabrak bagian belakang mobil ayahnya, kemudian beberapa polisi menyeret keluar secara paksa Nimr Al-Nimr dari mobilnya dan kemudian menembak kakinya sebanyak empat kali.

Ia mengatakan ayahnya tidak mendapatkan perawatan yang semestinya di rumah sakit dan malah diikat dengan rantai di tempat tidur meski pada saat itu ia tidak bisa berjalan karena luka yang dideritanya.

Mohammed Nimr mengatakan bahwa keluarga kerajaan Saud tidak menyukai siapapun yang ingin merdeka. Dia juga menunjukkan bahwa ayahnya selalu menuntut pembebasan semua tahanan politik, dan ia tidak pernah berbicara dalam hal ini Syiah atau Sunni, ia hanya ingin membela semua yang tertindas di negeri ini.

Ia menambahkan bahwa Sheikh Nimr Al-Nimr  berkeyakinan bahwa “darahnya adalah harga yang sedikit dibanding dengan nilai-nilai yang sedang ia bela.”

Perlu dicatat dalam konteks ini, bahwa Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran menyusul pembakaran kedutaan besarnya di Teheran dan konsulat di Mashhad oleh para demonstran yang memprotes pelaksanaan eksekusi mati terhadap tokoh agama Nimr Baqir al-Nimr dan ia merupakan salah satu tokoh paling menonjol dalam gerakan protes terhadap kerajaan pada tahun 2011. [Sfa/AS/RY]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: