Eropa

Analis: Pembunuhan Dubes Rusia Tamparan Keras Buat Turki

Rabu, 21 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Abdel Bari Atwan penulis Arab dan analis serta juga pimpinan redaksi surat kabar Rai al-Youm, pada hari Selasa (20/12), menegeskan bahwa pembunuhan duta besar Rusia, adalah sebuah tamparan keras bagi Turki dan akan berdampak negatif pada perekonomian negara itu, sambil mengingatkan bahwa dua lembaga negara baik militer dan keamanan telah mengalami kecolongan serius oleh “kelompok-kelompok ekstremis”. (Baca: Video Penembakan Dubes Rusia di Ankara, Turki Pasca Pembebasan Aleppo)

Atwan, dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar “Rai al-Youm,” mengatakan bahwa keberanian “seorang perwira polisi yang berusia dua puluh tahun untuk melakukan pembunuhan bermotif “jihad” yang kaku, menyebabkan dua lembaga Turki, keamanan dan militer mengalami kecolongan serius oleh kelompok-kelompok ekstrimis, dan mungkin karena kurang ketatnya sistem di kedua lembaga tersebut, serta kesiapan teroris dalam melaksanakan pemboman dan pembunuhan, yang akan menjadi perhatian besar bagi pemerintah Turki, dan pada saat pengeboman yang dilakukan teroris di beberapa titik, sebagian pelakunya adalah “muslim” radikal, dan sebagian yang lain Kurdi internal dan eksternal.” (Baca: Zakharova: Pembunuhan Dubes Rusia di Turki Kejam dan Tak Manusiawi)

Dia juga menambahkan bahwa “keseriusan pembunuhan yang terjadi di jantung ibukota Ankara, menargetkan Dubes Rusia, menyimpan tamparan keras pada citra keamanan dan kewibawaan Turki, yang mungkin akan mencerminkan negatif pada perekonomian negara, yang sudah menderita akibat penurunan tingkat produksi nasional sampai tingkat terendah dalam dua puluh tahun terakhir. Terlebih lagi ditambah dengan munculnya angka pengangguran yang tinggi, devaluasi mata uang nasional  sekitar setengah, bahkan bisa lebih”, seperti dilansir oleh kantor beria Almaalomah (20/12).

Abdel Bari Atwan mencontohkan pernyataan Presiden Bashar Assad dalam wawancara dengan sebuah surat kabar Barat pada tiga tahun yang lalu “sesungguhnya yang memasukkan kalajengking di sakunya, suatu hari ia akan tertimpa hal yang sama,” dan menegaskan bahwa “saku Presiden Erdogan tampaknya hari-hari ini terpenuhi dengan kalajengking, ular, dan laba-laba beracun, inilah yang membuat beberapa pakar Timur Tengah percaya, bahwa hewan-hewan itu akan memperbanyak gigitan dan membuat banyak luka”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: