Internasional

Analis Politik: Isu Sektarian Kedok Saudi dan AS Rampok Minyak Yaman

09 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Analis politik Phil Butler bertanya-tanya, mengapa Arab Saudi terus menerus membombardir Yaman agar kembali ke Zaman Batu?

Ia menjawab bahwa inti dari masalah tersebut adalah bahwa Yaman memiliki banyak cadangan minyak disaat Arab Saudi sedang mulai  kehabisan cadangannya.

Butler mengatakan bahwa Arab Saudi kini berada di ambang kebangkrutan, mereka menembak diri mereka sendiri ketika mereka menurunkan harga minyak, dikutip dari Middle East Panorama (08/04).

Butler menambahkan bahwa agresi Saudi yang didukung oleh Amerika Serikat terhadap Yaman sama sekali tidak ada hubungannya dengan perselisihan sektarian (Sunni dan Syiah) dan juga tidak berhubungan dengan kampanye militer mereka yang menargetkan teroris di kawasan itu. (Baca: Wikileaks Retas Email Hillary Clinton, Perang Sektarian Modal Barat Hancurkan Islam)

Butler menjelaskan bahwa apa yang selama ini dipublikasikan terkait dengan Yaman oleh media, yang menyebutkan bahwa Yaman adalah sebuah negara produsen energi “kecil”, padahal sebenarnya negara itu terletak di wilayah yang dipenuhi cadangan minyak yang cukup besar dimana Arab Saudi dan para sekutunya berusaha untuk menguasainya.

Selain itu, Yaman mengontrol Bab al-Mandab yang merupakan pusat utama untuk transit 3,4 juta barel minyak per hari. (Baca: PERINGATAN SETAHUN PERANG YAMAN, Pesan Pedas Houthi Kepada Tirani Saudi-AS-Israel)

Butler dalam laporan sebelumnya di NEW EASTERN OUTLOOK  menyebutkan bahwa kekayaan minyak Arab Saudi ditakdirkan goyah. (Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’)

Butler mencoba memberikan penekanan bahwa “Mengingat sifat dari cadangan minyak negara Arab Saudi dan produksinya yang hampir tak terbatas selama puluhan tahun, sangat mungkin mereka kehabisan gas”, dan dalam konteks ini tidak mengherankan jika Riyadh baru-baru ini menggunakan pendekatan kebijakan luar negeri super kejam dan sadis terhadap tetangganya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: