Nasional

Ancaman Teror Umat Budha Bermunculan Jelang Hari Raya Waisak

ilustrasi biksu

Ilustrasi Biksu

Jakarta, Salafynews.com – Ancaman teror terhadap umat Buddha di Indonesia muncul menjelang peringatan Hari Raya Waisak di Indonesia, yang akan jatuh pada Selasa (2/6) pekan depan. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Buddhayana Indonesia, Henry Gunawan, ancaman teror tersebut mencuat di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Dalam selebaran yang diterima dari salah satu media sosial, Henry mengatakan ancaman ditujukan kepada para biksu yang dituduh menentang pendukung pengungsi Rohingya Myanmar. Para biksu tersebut disebutkan sebagai para penyembah berhala yang akan merayakan peringatan Waisak 2559 di candi terbesar di Indonesia, Candi Borobudur.

Provokasi juga dicantumkan dalam selebaran tersebut yang berbunyi desakan untuk tidak tinggal diam membiarkan para biksu merayakan Waisak di Candi Borobudur pada awal Juni nanti. Atas munculnya selebaran tersebut, Henry mengatakan muncul kekhawatiran dari umat Buddha di Indonesia terlebih dua minggu lagi mereka akan memperingati hari raya Waisak. “Isu sekarang makin memanas, ada kekhawatiran, apalagi ada selebaran ini yang mengancam akan mengusik perayaan di Borobudur,” kata Henry saat dihubungi Indonesia, Sabtu (23/5).

Lebih jauh lagi, Henry mengatakan ancaman teror juga pernah muncul ketika isu Rohingya memanas di Indonesia. Salah satunya yang terjadi pada Vihara Ekayana di Jakarta Barat pada 2013 lalu. Saat itu, kata Henry, isu Rohingya dijadikan alasan untuk melakukan teror bom di salah satu vihara terbesar di Jakarta tersebut.

Selain di vihara Ekayana, saat itu, kata Henry, juga muncul aksi demonstrasi dan tindakan destruktif seperti pelemparan batu dan telor di beberapa vihara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang juga mengatasnamakan solidaritas Rohingya.

“Apalagi waktu itu teror bom juga muncul pas isu Rohingya ini memanas. Kami harap pemerintah bisa meningkatkan keamanan menjelang perayaan Waisak pada 2 Juni nanti,” kata Henry menegaskan.

Selain meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan, Henry juga meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing isu yang bisa memecah kerukunan antar umat beragama di Indonesia. “Dalam sejarahnya, hubungan umat beragama antara kaum Buddha dengan kelompok agama lain seperti Islam atau Kristen di Indonesia selalu harmonis. Konflik seringkali muncul akibat disintegrasi umat agama di luar negeri, yang berimbas ke Indonesia,” kata Henry.

 

Menolong Pengungsi Rohingya

Henry mengatakan persoalan Rohingya murni konflik non agama. Oleh karena itu, pihaknya juga membantu para pengungsi yang berada di Aceh. Salah satunya dengan memberikan bantuan dari organisasi cabang Aceh dan Sumatera Utara. “Kami memberikan bantuan. Perwakilan kami di daerah ikut bergerak membantu dan berkoordinasi dengan pengurus pengungsian,” kata Henry menjelaskan.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah pengungsi dari Rohingya, Bangladesh dan Myanmar yang ada di Aceh berjumlah 1.772 jiwa terdiri dari 1.239 lelaki, 244 perempuan dan 238 anak-anak. Pengungsi tersebar di empat daerah, yakni Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. (jb)

Sumber: cnn

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: