Internasional

Ansharullah Meminta PBB Untuk Menghentikan Agresi Saudi di Yaman

Salafynews.com – Gerakan Ansarullah yang didukung rakyat Yaman telah meminta PBB untuk mencari solusi mengakhiri agresi Arab Saudi terhadap negara miskin Yaman.

“Kami berharap DK PBB dapat berperan aktif membela kemanusiaan. Sungguh tidak dapat dibenarkan agresi semena-mena Saudi terhadap Rakyat Yaman yang saat ini tertindas dan mengalami kesengsaraan,” kata kepala gerakan hubungan luar negeri, Hussein al-Ezzi, dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Sabtu.

Menurut surat itu, bahan bakar disimpan di rumah sakit Yaman akan habis dalam waktu 24 jam ke depan, di mana ribuan orang terluka sedang dirawat di dalamnya.

Korban Terluka

Seorang pria Yaman terluka menerima perawatan di sebuah rumah sakit di provinsi Ta’izz pada tanggal 2 Mei, 2015. (Sumber: AFP)

PBB dan Komite Internasional Palang Merah memperingatkan Saudi untuk menghentikan serangan-seranganya  dan tidak menghambat bantuan kemanusiaan ke Yaman. Karena bahan bakar di Yaman akan segera habis yang berakibat berhentinya beberapa fasilitas publik seperti rumah sakit.

Dalam surat itu juga tercantum beberapa daerah yang ditargetkan oleh serangan udara Saudi, termasuk di provinsi Ta’izz, al-Jouf, Ma’rib, Aden dan Sa’ada, dan lingkungan Sa’awan di ibukota Yaman Sanaa.

Puluhan warga Sa’awan tewas dan terluka dalam serangan Saudi ketika mereka masih tidur

Terluka

Seorang pria Yaman terluka menerima perawatan di sebuah rumah sakit di provinsi Ta’izz pada 2 Mei 2015. (Sumber: AFP)

 

Pesawat-pesawat tempur Saudi terus membombardir infrastruktur Yaman, termasuk rumah sakit serta rumah rakyat dan kendaraan, menurut surat itu.

Arab Saudi meluncurkan agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah yang didukun oleh rakyat Yaman hanya untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi buronan negara yang menjadi sekutu setia Riyadh.

Pada tanggal 21 April, Riyadh mengumumkan akhir dari fase pertama operasi militer yang melanggar hukum, tapi serangan udara terus menerus dilancarkan Saudi dan sekutunya yang menargetkan daerah daerah baru di seluruh Yaman.

Pada hari Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan 1.244 warga Yaman tewas dan 5.044 lainnya luka-luka dari 19 Maret sampai 27 April.  Ratusan wanita dan anak-anak termasuk korban, menurut WHO. (ms)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: