Internasional

Arab Saudi menolak mengakhiri agresinya di Yaman

Menteri luar negeri Saudi telah menolak panggilan untuk mengakhiri agresi terhadap Yaman, dia mengatakan serangan dimaksudkan untuk membantu apa yang disebut otoritas yang sah di negara itu.

Salafynews.com – Faisal alSaud  pada hari Minggu mengatakan Riyadh dan sekutunya telah meluncurkan serangan udara di Yaman untuk membantu apa yang ia sebut otoritas yang sah di negara itu, referensi ke mantan presiden buronan, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi.

Faisal membuat pernyataan pada konferensi pers dengan rekan Prancisnya Laurent Fabius, di ibukota Riyadh. Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas panggilan berulang-ulang oleh Iran dan beberapa negara lain mendesak kerajaan untuk menghentikan agresi militer yang melanggar hukum terhadap Yaman.

Faisal mengaku bahwa Saudi yang “berjuang bersama negara yang telah meminta” bantuan terhadap pejuang Ansarullah, yang Faisal digambarkan sebagai orang yang mencoba untuk “menduduki” Yaman, dan berutang untuk terus maju dengan agresi militer sampai Hadi adalah kembali.

Serangan bom Saudi di Yaman mulai pada 26 Maret tanpa peringatan atau mandat PBB, dan dikatakan oleh para ahli itu sebagai upaya yang sia-sia untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden buronan, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, yang dianggap Riyadh sebagai sekutu dekat.

Menteri Saudi mengulangi tuduhan bahwa Tehran mendukung kaum revolusioner Houthi, dia mengatakan ironisnya bahwa ” Kecuali Iran berpikir itu tiba-tiba menjadi bagian dari Yaman, kita tidak berperang dengan Iran.”

Saudi menuduh Iran campur tangan dalam urusan internal Yaman, klaim Teheran membantah keras.

ymn2

Sebuah pesawat tempur Houthi berjalan di atas puing-puing pada tanggal 12 April 2015 dengan senyawa klub sepak bola al-Yarmuk yang hancur dalam serangan udara Saudi hari sebelumnya di ibukota Yaman Sana’a. (© AFP)

Sumber tentara Yaman mengatakan sedikitnya 1.000 orang, termasuk 200 anak-anak, tewas dalam serangan udara Saudi terhadap Yaman selama dua minggu terakhir.

Para pejuang Ansarullah, yang dikenal sebagai Houthi, menguasai ibukota Yaman pada bulan September 2014. revolusioner mengatakan pemerintah Hadi tidak mampu benar menjalankan roda pemerintahan yang mengajibatkan tumbuh berkembangnya korupsi dan teror di Yaman.(SS)

1 Comment

1 Comment

  1. Habib Hasan Alatas

    March 1, 2016 at 12:47 pm

    Rezim al-Saud bukan jiran yang berpandukan al-Quran dan Sunnah. Sebagai jiran yang baik, Islam mengajarkan kita jika jiran kita sedang berbalah antara ayah dan keluarganya, sebagai jiran yang patuh kepada ajaran Islam maka kita disuruh mendamaikan keluarga jiran tersebut. Tetapi anehnya al-Saud terus campur tangan dan turut menghukum keluarga yang sedang dalam perselisihan. Inilah namanya jiran yang jahat dan tidak berlaku adil, cara seperti inilah yang sedang dilakukan oleh rezim al-Saud. Tak cukup dia melakukan dosa dan pelanggaran dalam ajaran Islam malah dia mengajak pula negara-negara Islam lainnya supaya turut berdosa seperti mereka. Meskipun demikian rakyat Yaman yang gagah berani, mempertahankan negara mereka dari diceroboh oleh al-Saud Cs. , meskipun ramai yang syahid dalam melawan musuh durjana yang tidak mempunyai belas kasihan. Insya Allah akhirnya musuh rakat Yaman akan dimusnahkan oleh Allah SWT, dan rakyat Yaman mendapat kemenangan dan dapat hidup dalam aman dan damai, amin ya Rabbal .alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: