Internasional

Arab Saudi Pesan 900 Kain Kafan, Benarkah Korban Mina Lebih dari Seribu?

RIYADH, Salafynews.com – Sebelumnya media-media Arab menukil dari situs resmi Kesehatan Arab Saudi al-Malaf Sahafy yang mengumumkan korban tewas tragedi Mina sebanyak 4.173 orang. Kemudian setelah berita itu tersebar, Menteri Kesehatan Saudi menyatakan berita itu tidak benar. Namun, baru-baru ini sumber rumah sakit Saudi menyebutkan bahwa hanya untuk penguburan gelombang pertama korban tragedi Mina, mereka telah mendatangkan 900 kain kafan.

Situs Informasi Madinah mengutip pernyataan Ketua organisasi Khairiyyah (Sahabat Masyarakat) untuk wilayah kota Mekkah, Bakr bin Hamzah menyatakan bahwa semua anggota Khairiyah telah dikerahkan untuk melayani pemindahan korban tewas tragedi Mina untuk dimandikan, dikafani dan dikuburkan ketempat yang telah ditentukan oleh pemerintah Saudi.

Bakr bin Hamzah Khusaim yang dirinya juga sebagai orang yang bertanggung jawab di tempat pemandian mayat, mengatakan organisasi khairiyyah pada gelombang pertama telah mengirim 900 kain kafan, 200 pemandi mayat laki-laki dan perempuan, dan 50 mobil ambulance. Ia juga menambahkan di kota suci Mekkah ada 10 tempat pemandian mayat.

Berdasarkan sumber di atas, jika gelombang pertama saja telah menyiapkan 900 kain kafan untuk penguburan mayat korban tragedi Mina, artinya jumlah ini bertentangan dengan apa yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan Saudi yang menyebutkan 769 korban jiwa. Jumlah 900 itu pun baru gelombang pertama, artinya akan ada gelombang berikutnya yang jumlahnya bisa jauh lebih besar.

korban-tragedi-minaSementara itu, beberapa negara yang sudah dikonfirmasi kematian warga negaranya dalam tragedi Mina juga menyatakan bahwa masih ada warga negaranya yang hilang dan belum ada kejelasan hingga kini, seperti Indonesia, Iran, Mesir, Tunisia, Maroko, Libya, Nigeria dan negara-negara Afrika lainnya. Artinya jumlah korban jiwa akan terus bertambah, dan kemungkinan besar Arab Saudi merahasiakan jumlah korban tragedi Mina yang sebenarnya.

Sikap Arab Saudi pun hingga kini masih tertutup, tidak menginzinkan negara-negara korban untuk melihat proses indentivikasi. Bahkan tidak hanya itu, mereka juga tidak mengizinkan mayat-mayat itu dibawah pulang ke negaranya masing-masing. Sikap inilah yang menimbulkan kecurigaan banyak negara atas jumlah korban yang sesungguhnya. [AM/MM/Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: