Amerika

Arab Saudi ‘Stasiun Bahan Bakar’ Ekstrimisme dan Sektarinisme Dunia

Senin, 30 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Penulis sekaligus wartawan Amerika, Nicholas Kristof, mengungkapkan bahwa kesalahan terbesar Obama adalah menyediakan jaminan keselamatan bagi Arab Saudi dalam melancarkan invasi terhadap Yaman, ia memperingatkan bahwa hal itu membuat Amerika terlibat dalam sejumlah tindakan yang mungkin dapat dikalasifikasikan sebagai kejahatan perang menurut Human Rights Watch.

Penulis itu dalam sebuah artikel yang dirilis oleh surat kabar “New York Times” pada hari Minggu (29/05) itu membahas tentang peran yang dimainkan oleh Arab Saudi, yang menebar kekacauan dan mendistorsi citra Islam di seluruh dunia, ia menambahkan bahwa para pembesar Saudi menyebabkan kerusakan bagi Islam lebih banyak dari apa yang ditimbulkan oleh Trump atau Cruz dua capres AS.

Ia juga menegaskan bahwa Arab Saudi mempromosikan ekstremisme dan kebencian dan diantaranya kebencian terhadap perempuan, selain itu mereka mencoba untuk memaksakan isu adu domba (sektarian) dan pecahbelah antara Sunni-Syiah dan perang saudara di Timur Tengah, mengacu pada pendanaan Saudi bagi sejumlah sekolah agama di negara-negara miskin bertujuan untuk menabur kebencian. (Baca: Terorisme dan Wahabi Alat Barat-Saudi Hancurkan Islam)

Jurnalis tersebut mencontohkan apa yang dilakukan Saudi di sekolah-sekolah agama di Pakistan, Mali dan di beberapa daerah lainnya yang menerima dukungan Saudi untuk memproduksi ekstremisme agama dan terorisme.

Penulis juga mengutip sebuah dokumen Departemen Luar Negeri AS yang dirilis WikiLeaks yang menyatakan bahwa beberapa sekolah agama garis keras di Pakistan menawarkan kepada keluarga miskin uang sejumlah 6.500 dolar sebagai hadiah saat mereka bersedia untuk menyerahkan anak mereka guna didoktrin dengan ideologi garis keras (Wahabi). (Baca: Persekutuan Hitam Rezim Saudi dengan Wahabisme yang Anti Nabi Muhammad)

Kristof berpendapat bahwa Arab Saudi berusaha melegalkan ekstremisme di seluruh dunia, ia mengatakan “jika anda ingin menghentikan pemboman di tempat-tempat seperti Brussels atau San Bernardino (California) maka anda harus menghentikan hasutan oleh Arab Saudi dan sejumlah negara-negara lain di GCC”, dilansir dari kantor berita FNA (29/05).

Ia juga menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya tentang fakta bahwa perempuan Saudi dilarang mengemudi atau dilarangnya pembangunan gereja-gereja di Arab Saudi atau mencegah kelompok minoritas melakukan syiar mereka, melainkan lebih daripada itu kaum minoritas mengalami penderitaan represif dan brutal di Arab Saudi. (Baca: Monarki Saudi-Wahabi Senjata Amerika Hancurkan Islam dari Dalam)

Di akhir artikel, penulis itu menegaskan bahwa sudah waktunya untuk mengakui bahwa Arab Saudi bukan hanya sekedar “stasiun bahan bakar” melainkan juga merupakan sumber racun dan bahwa fanatisme butanya telah memicu fanatisme buta di internal Amerika. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: