Internasional

Aroma Keretakan Internal Kerajaan Saudi Dibalik Penghentian Agresi

Salafynews.com – Akhirnya Arab Saudi terpaksa menghentikan agresi terhadap Yaman. Bendera putih tidak diangkat di Sanaa, dan Riyadh belum mencapai apapun tujuannya. Satu-satunya prestasinya adalah jatuhnya ribuan korban tewas dan luka karena bombardir terhadap kota-kota, rumah-rumah  dan infrastruktur mereka.

Arab Saudi tidak ragu-ragu menggunakan armada udara untuk melempar bom lava dan rudal di Yaman tanpa membedakan antara stadion, lembaga ilmiah atau pusat pemerintahan.

Namun Yaman telah mencapai keuntungan tambahan lain, yaitu tanda-tanda lain keretakan dalam kepemimpinan Saudi yang memaksa Raja Salman untuk mengeluarkan pengumuman ke publik beberapa jam sebelum menelan kekalahan.

Salman mengeluarkan dekrit kerajaan kepada pasukan Garda Nasional yang dipimpin oleh Mut’ib bin Abdullah untuk terlibat bersama Departemen Pertahanan dan Angkatan Udara Saudi dalam perang melawan Yaman.

Garda Nasional telah menjauhkan diri dari keterlibatan di tanah berlumpur Yaman dan tidak mengeluarkan pernyataan resmi apapun dari pangeran Mut’ib hingga agresi dihentikan.

Kekalahan Arab Saudi bertepatan dengan  penarikan kapal perang  Angkatan Laut AS dari Teluk Persia ke Laut Arab. Dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk memperketat blokade terhadap Yaman, tetapi keraguan mulai muncul setelah keputusan penghentian agresi.

Presiden Iran Hassan Rohani, mengatakan harapannya atas tanggapan inisiatif negaranya untuk mengatasi krisis dan meluncurkan dialog yang mengarah pada pembentukan pemerintah persatuan nasional.Rohani mengatakan bahwa intervensi militer bukanlah opsi solusi krisis negara ini.

Dilaporkan bahwa mediasi yang dilakukan oleh Oman dan Jerman secara praktis selaras dengan empat poin inisiatif Iran, yang  pertama menekankan penghentian agresi dan kemudian dialog internal Yaman yang  jauh dari campur tangan asing.

Sebuah inisiatif yang dikirim oleh Iran ke Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan disebarluaskan secara global. Menteri Luar Negeri, Mohammad Javad Zarif, mempromosikannya ke sejumlah negara Arab dan Islam. (ss)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: