Internasional

AS Dibalik Jatuhnya Ramadi ke Tangan ISIS

Salafynews.com – Haidar Al Abadi, Perdana Menteri Irak sebelum menghadiri Konferensi Koalisi Internasional Anti-ISIS, menyebut upaya koalisi internasional itu gagal.

Sebelum bertolak ke Paris, Perancis untuk menghadiri Konferensi Internasional Anti-ISIS, Al Abadi memperingatkan, proses masuknya para teroris ke Irak belum berhenti dan fenomena berbahaya ini menunjukkan kekalahan upaya internasional karena gagal meraih tujuan yang diharapkan.

Pada Senin (1/6) PM Irak memprotes ketidak-aktifan dunia internasional dalam upaya menghentikan masuknya para teroris ke Irak. “Saya akan bertolak ke Paris untuk mendorong negara-negara anggota koalisi anti-ISIS agar berdiri di samping Irak,” ujarnya.

Ia memperingatkan, “Jika ISIS berhasil menguasai sebagian wilayah Irak, maka negara-negara tetangga, kawasan dan bahkan dunia tidak akan pernah aman.”

Statemen Al Abadi ini disampaikan di saat pasukan sukarelawan rakyat dan militer Irak tengah memerangi ISIS untuk merebut kembali kota Al Ramadi dan beberapa wilayah Irak yang diduduki kelompok teroris itu.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Parlemen Irak. Ia memprotes keras kinerja Amerika dan sekutu-sekutunya dalam memerangi ISIS.

Salim Al Jabouri, Ketua Parlemen Irak memprotes serangan koalisi internasional pimpinan Amerika dan mengumumkan, “Serangan Amerika dan sekutu-sekutunya dengan dalih untuk menghentikan pergerakan ISIS, sampai sekarang tidak menghasilkan apapun.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika dan sekutunya melancarkan serangan atas ISIS, namun operasi tersebut sama sekali tidak membantu militer Irak, dan kota Al Ramadi beberapa pekan lalu berhasil direbut oleh para teroris.

Pada situasi seperti ini, Sekretaris Jenderal Gerakan Badr, Irak menyebut kebijakan pemerintah Amerika di Irak sebagai tragedi. Hadi Al Ameri, Sekjen Gerakan Badr yang juga Komandan pasukan sukarelawan rakyat Irak itu memprotes kebijakan Amerika di negaranya.

Al Ameri menjelaskan, “Amerika berulang kali mengirim bantuan untuk kelompok teroris Takfiri di Irak.”

Menurut Sekjen Gerakan Badr itu, kehadiran pasukan sukarelawan rakyat Irak di samping angkatan bersenjata untuk membebaskan kota Al Ramadi, sangat penting. Pembebasan Al Ramadi, katanya, tidak bisa dilakukan dalam operasi cepat dan butuh waktu.

Al Ameri juga mengabarkan dibangunnya jalur pemisah antara warga dan pasukan ISIS di wilayah gurun Al Ramadi untuk memulai operasi militer menumpas ISIS.ARN0012004001511304_AS_Dibalik_Jatuhnya_Ramadi_Ke_Tangan_ISIS

Militer Irak dengan dukungan pasukan sukarelawan rakyat sejak Selasa pekan lalu memulai operasi luas untuk membebaskan kota Al Ramadi dari tangan ISIS.

Sementara langkah reaktif Amerika menyikapi ISIS adalah sebuah realitas yang bahkan diakui oleh media-media Barat sendiri. Dalam hal ini, BBC di salah satu laporannya mengakui bahwa Amerika hanya diam menyaksikan kejatuhan kota Al Ramadi dan tidak melakukan langkah apapun untuk mencegah masuknya teroris ke kota itu.

BBC melaporkan, “Kejatuhan kota Al Ramadi, pusat Provinsi Al Anbar, provinsi terbesar Irak, terjadi di depan mata pasukan Amerika. Mereka hanya diam menyaksikan masuknya para teroris ISIS ke Al Ramadi dan tidak menunjukkan reaksi apapun.”

BBC menambahkan, “Masalah ini bertentangan dengan kebijakan Amerika terkait serangan udara ke posisi-posisi ISIS di Suriah dan Irak yang dimulai tahun lalu.” [AH]

2 Comments

2 Comments

  1. wababi sisapi

    June 5, 2015 at 7:54 am

    AS adalah setan (musuh), Setan kok dipercaya. Tembak saja pesawat AS kalo masuk Irak.

  2. Pingback: Jubir Paramiliter Irak: “Amerika Sama Sekali Tak Bisa Dipercaya” | VOA ISLAM NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: