Internasional

AS Menentang Solusi Politik di Suriah

Salafynews.com – Presiden AS Barack Obama menyerukan solusi politik untuk krisis Suriah, tetapi pada saat yang sama Washington juga mempersenjatai militan untuk melawan pemerintah sah Suriah Bashar al-Assad, kata seorang aktivis Amerika di Maryland.

Myles Hoenig membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Sabtu, terkait komentar Presiden AS Barack Obama baru-baru ini tentang konflik Suriah yang telah merenggut puluhan ribu jiwa sejak 2011.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi al-Arabiya, Jumat, Obama mengatakan tidak ada “solusi militer” untuk krisis Suriah. “Pada akhirnya solusi militer tidak akan menjadi solusi.”

Dia menambahkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kerjasama dari Teluk Persia dan negara-negara regional, termasuk Turki.

“Presiden Obama dari awal mengatakan akan mempersenjatai dan melatih para pemberontak, apakah mereka ‘moderat’ atau mereka yang cepat berubah menjadi ISIS [ISIL],” komentar Hoenig di Press TV.

Presiden AS telah mempromosikan pendekatan diplomatik ini lebih “untuk konsumsi publik daripada kebijakan yang sebenarnya,” tambahnya.

Presiden AS Barack Obama mengadakan konferensi pers pada akhir pertemuan dengan pemimpin (Persia) Gulf Cooperation Council di Camp David di Maryland pada 14 Mei 2015. (AFP foto)

Suriah telah dicengkeram oleh kerusuhan mematikan sejak Maret 2011. Menurut laporan, Amerika Serikat dan sekutu regionalnya terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki -mendukung militan yang beroperasi di dalam negeri.

Menurut PBB, lebih dari 220.000 orang tewas dan jutaan mengungsi karena gejolak yang melanda Suriah selama lebih dari empat tahun.

Pemerintahan Obama telah menganggarkan program $500 juta untuk melatih dan mempersenjatai 5.000 militan “moderat” di Suriah untuk melawan ISIL dan pemerintah Assad, tetapi menurut Pentagon, jumlahnya akan terus bertambah antara 12.000 dan 15.000.

Militan asing yang sedang mengikuti sesi latihan di dekat Idlib, Suriah (foto File)

Hoenig mengatakan bahwa Obama “telah mempersenjatai pemberontak yang menyebabkan pertumpahan darah sepanjang karir kepresidenannya.”

“Dengan memberikan lampu hijau untuk Turki, Arab Saudi, Israel dan lain-lain untuk mendukung pemberontak ISIS, serta mempersenjatainya, adapun keterlibatan nya [cukup jelas] dan tidak akan berakhir sampai kepresidenannya berakhir,” katanya.

“Warisan-Nya akan menjadi gangguan salah satu konstan gejolak kebijakan luar negeri” dan terang-terangan menghalangi kehendak masyarakat dunia, tegas Hoenig.

“Apa yang dia lakukan di Suriah sangat konsisten dengan tindakannya sebagai presiden selama enam tahun terakhir” pungkasnya. (mm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: