Internasional

AS Tuduh Enam Warga China Jadi Spionase

Salafynews.com, Washington – Pemerintah Amerika telah menetapkan enam warga China sebagai tersangka mata-mata perekonomian negaranya. Mereka dituduh telah mencuri data dari dua perusahaan yang menciptakan teknologi baru yang mereka gunakan dalam sistem militer. Hal ini dinyatakan oleh  Menteri Kehakiman AS, Selasa(19/5) kemarin.

Ini adalah ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir pejabat AS membuat tuduhan terkait spionase ekonomi kepada China. Hal ini menandakan bahwa AS merasa khawatir akan kemajuan pesat ekonomi China dan berusaha meningkatkan perhatiannya tentang keamanan Nasional tingkat tinggi.

Satu diantara para tersangka adalah seorang professor bernama Hao Zhang, 36 tahun. Ia ditangkap pada hari Sabtu lalu di Los Angeles setelah tiba dalam sebuah penerbangan dari China. Departemen Kehakiman menyatakan kelima tersangka lainnya diperkirakan kini berada di China.

Zhang dan dua professor lainnya yang berasal dari Universitas Tianjin didakwa  dengan dakwaan mencuri  kode sumber dan properti informasi lain dari produsen chip, Avago Technologies Ltd(AVGO.O) dan Skyworks Solutions Inc(SWKS.O), tempat kedua orang itu bekerja.

Avago berpusat di San Jose, California dan Singapura, sedangkan Skyworks berbasis di Woburn, Massachusetts.

“Zhang, mantan pegawai Skyworks dan yang lainnya telah mendirikan sebuah perusahaan, ROFS Microsystems, di Tianjin dengan menggunakan data-data rahasia yang dicuri dari perusahaan Amerika,” ungkap jaksa penuntut kasus ini.

Tianjin, satu dari Universitas tertua di China terletak 100 mil (150km) tenggara Beijing.

Jaksa penuntut mengidentifikasi lima tersangka lainnya adalah, Wei Pang, 35, mantan pegawai Avago dan juga seorang professor; Jinping Chen,41, seorang professor dan anggota dewan direksi untuk ROFS Microsystems; Chong Zhou, 26, sarjana lulusan Universitas Tianjin dan insinyur desain di ROFS Microsystems; Huisui Zhang,34, yang belajar bersama Pang and Zhang; dan terakhir adalah, Zhao Gang,39, yang menjabat sebagai general manajer di ROFS Microsystems.

Menurut  penyelidikan, Pang dan Zhang bertemu sewaktu belajar tekhnik elektro di Universitas California bagian selatan kemudian bekerja sebagai insinyur di Avagu dan Skyworks.

Dua perusahaan tersebut khusus membuat teknologi film Bulk Acoustic Resonator, yang biasa digunakan untuk peralatan mobile seperti handphone, tablet dan peralatan GPS, dan selain itu ada beberapa aplikasi militer.

Lebih  lanjut, jaksa mendakwa bahwa,  antara tahun 2006 dan 2007, Pang dan Zhang merencanakan untuk membangun sebuah pabrik teknologi di China serta mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat Universitas Tianjin, sebelum  keduanya lalu meninggalkan AS pada tahun 2009 untuk menjadi professor di Tianjin.

Jika tuduhan ini terbukti, para tersangka bisa dijatuhi hukuman sampai 50 tahun. (LM/reuters)

2 Comments

2 Comments

  1. electro

    June 23, 2015 at 12:21 am

    Everything is very open with a very clear description of the challenges.
    It was truly informative. Your site is extremely helpful. Thank
    you for sharing!

    • admin

      June 23, 2015 at 3:53 am

      Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: