Fokus

Bapak “Azzam Mujahid Izzulhaq” Islam Toleran Di Tanah Papua

JAKARTA, Salafynews.com – Tulisan Azzam Mujahid Izzulhaq di akun Facebooknya, mengapa acapkali saya menyebut bahwa toleransi di Papua itu sudah clear? Ini salah satunya.
Saya secara berkala ‘keluar masuk gereja’ dengan aman. Bahkan di daerah ‘merah’ rawan konflik sekalipun. Pertama kali saya menawarkan diri. Selanjutnya secara rutin, saya yg diminta datang. Berbagi cerita, inspirasi, dan motivasi. Baca Kerusuhan Tolikara Antara Propaganda Asing dan Gerakan Pemecah Belah Bangsa

AzzamApa yang saya sampaikan kebanyakan dari kisah-kisah agung dalam Al Quran yang saya modifikasi penyebutannya agar tidak ada ‘blocking’. Karena bagi saya, firman-Nya berlaku universal, bagi siapa pun dan keindahan Islam pun berlaku universal, bagi dan kepada siapa pun.
Apakah mereka tahu saya seorang Muslim? Tahu. Sangat tahu. Dari perkenalan nama saya saja mereka sudah tahu bahwa saya adalah seorang muslim (bahkan pada awalnya mereka menganggap saya teroris karena nama tengah saya Mujahid). Tidak lama, mereka memanggil saya dengan Bapak Pendeta Muslim. Baca Insiden Tolikara, Fakta Baru Terungkap

Di Papua saya pun membuat sekolah non formal, gratis, bagi muslim dan non muslim. Pendatang dan putra daerah. Belajar membaca, menulis, berhitung, komputer, hingga belajar merakit dan membuat robot.

Beberapa sahabat mungkin tidak setuju dengan apa yang saya lakukan. Tidak mengapa. Saya menghargainya. Namun jika saya tidak memulai melakukannya, pertanyaan yg selalu hadir di benak saya adalah “Lalu siapa yang akan menyampaikan keindahan Islam kepada mereka? Siapa yang berdakwah baik dengan lisan atau dengan perbuatan kepada mereka?”. Baca Insiden Tolikara dan Tangisan Papua

Bagi saya, betul bahwa keyakinan dan agama saya dan mereka berbeda. Saya meyakini bahwa hanya Islam agama yang benar. Dan mereka pun meyakini bahwa agama mereka adalah benar. Namun, kita diciptakan sebagai manusia dari Tuhan yang sama. Ada titik-titik persamaan yang membuat kita saling menjaga keharmonisan kehidupan. (SFA/MM/FB Azzam Mujahid Izzulhaq)

1 Comment

1 Comment

  1. Eni Mulyani

    July 23, 2015 at 9:46 am

    setuju dgn tindakan bapak, yg dibutuhkan bukan beragama islamnya tapi akhlak yg islaminya. akhlak yg menebarkan rahmat pada semesta alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: