Internasional

Bashar Assad: Para Delegasi Riyadh Berwajah ‘Pengkhianat dan Teroris’

16 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dalam pertemuan dengan para pengacara senior pusat dan beberapa dewan sub di berbagai provinsi, bahwa Turki dan Arab Saudi tidak memiliki keputusan untuk menyerang Suriah karena mereka berdua hanyalah budak dan pelaksana, kita harus mencari siapa sebenarnya sang tuan Turki dan Arab Saudi jika memang ada keinginan untuk masuk dalam peperangan itu, ia menjelaskan bahwa Turki dan Arab Saudi hanyalah corong bagi tuan mereka berdua, sementara keputusan untuk masuk secara militer di Suriah hanya jika ada perintah dari sang tuan itu. (Baca: Putin: AS Berwajah Ganda di Suriah)

Presiden al-Assad mengatakan bahwa tujuan dari musuh-musuh Suriah adalah pembentukan konstitusi sektarian sehingga dengan demikian masing-masing golongan menjadi bergantung pada pihak luar untuk memperkuat posisinya. (Baca: Netizen Saudi Bongkar Rahasia Menlu Arab Saudi)

Presiden al-Assad menambahkan bahwa pemilihan presiden adalah pukulan keras bagi mereka, karena hal itu datang sebagai penegasan atas konstitusi yang sekarang berlaku dan kepatuhan rakyat Suriah terhadap pemerintah, tidaklah mungkin untuk menerima hal-hal yang bertentangan dengan itu dan yang menjadi perhatian kami semua adalah kedaulatan rakyat Suriah, ia menunjukkan bahwa setiap proses transisi harus tunduk pada konstitusi yang saat ini berlaku, prosesi atas dasar konstitusi tersebut tidak akan berhenti hanya jika kami telah mencapai konstitusi yang baru, Middle East Panorama (15/02) memberitakan. (Baca: Takfiri ISIS Hanya “Pionir” Bagi AS)

Presiden al-Assad mengatakan bahwa gencatan senjata hanya bisa terealisasi antara dua pasukan dan bukan antara negara dan para teroris, dan siapapun yang mengangkat senjata melawan negara dan terhadap rakyat Suriah adalah teroris. (Baca: Mengenal Para Mufti Wahhabi Pembuat Fatwa Horor dan Takfiri)

Ia mengatakan perang atas Suriah telah ter-internasionalisasi sejak hari-hari pertama sementara pembicaraan para musuh Suriah tentang gencatan senjata tidak dimulai kecuali saat telah tampak bagi mereka kekalahan demi kekalahan yang diderita para militan bersenjata, dan mereka sama sekali tidak membicarakan tentang perang melawan terorisme karena perubahan fakta di lapangan. (Baca: Saudi Negeri Dongeng, Tapi Nyata)

Adapun berkaitan dengan dialog antara pemerintah Suriah dan kelompok teroris bersenjata Presiden al-Assad menegaskan bahwa tidak ada negara yang membenarkan untuk melangsungkan dialog dengan para teroris, kami tidak akan menerima untuk berdialog dengan para teroris, sementara para delegasi yang dibentuk di Riyadh adalah kombinasi dari para pengkhianat dan para teroris. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: