Internasional

Benarkah Abd Rabbo Mansour Hadi Mencintai Negeri dan Rakyatnya ??

Salafynews.com – Cinta Negeri tergolong dari keimanan.

 

Kalimat ini adalah sebuah untaian indah  hadis Nabi saw yang akrab di telinga muslimin sepanjang zaman, termasuk rakyat Yaman yang kini tengah mengalami cobaan berat. Terlebih setiap orang secara naluriah mencintai negeri , tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Tentu mereka menginginkan kebaikan, kesejahteraan dan keamanan negerinya, dan menentang segala bentuk perusakan dan gangguan terhadap stabilitasnya.

Pribadi yang dianggap paling peduli dan bertanggung jawab terhadap sebuah negeri, adalah pemimpin negeri itu. Seorang pemimpin seyogyanya berpikir siang dan malam untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negerinya, sekaligus mengerahkan segala upaya untuk membangun dan menyejahterakan rakyatnya. Ia tidak akan menjual negerinya untuk kepentingan pihak-pihak tertentu, khususnya imperialis, meski taruhannya adalah kehilangan kekuasaan bahkan nyawa sekalipun.

Rakyat Yaman yang terdiri dari berbagai suku, faksi dan organisasi, hidup berdampingan dalam naungan sebuah pemerintahan, yang beberapa tahun terakhirini  mengalami konflik internal. Perbedaan kepentingan politik dan sosial menyebabkan munculnya perselisihan pendapat  antar berbagai pihak, yang berujung pada bentrok dan perebutan kekuasaan.

Memang terkadang konflik internal tidak bisa dihindari, tetapi selalu terdapat solusi untuk mengatasinya. Solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan internal Yaman adalah, setiap pihak yang berseteru duduk bersama untuk berdialog dan berunding demi kemaslahatan bangsa Yaman. Tentunya masing-masing pihak lebih mengedepankan kepentingan rakyat dan bangsa ketimbang  kepentingan individu dan kelompok.

Abd Rabbo Mansour Hadi, adalah warga negara Yaman yang terpilih sebagai presiden Yaman (25/2/2012), pasca mundurnya  Ali Abdullah Saleh, yang telah berkuasa selama 33 tahun dari jabatannya, setelah aksi protes berdarah selama berbulan-bulan dan tekanan luar negeri.

Tatkala dilantik, Mansour Hadi berjanji akan melanjutkan perang melawan kelompok ekstrimis Al Qaida di Yaman. Selain itu ia juga mengupayakan agar ribuan penduduk Yaman yang terusir dari desa atau kota asalnya, akibat berbagai bentrokan bersenjata antara pasukan pemerintah, kelompok separatis, pemberontakan satuan militer, gerakan suku-suku dan kelompok lain yang bertikai di Yaman, dapat kembali ke kampung halamannya.

Perjalanan Mansour Hadi memerintah Yaman tidak berjalan mulus. Setelah menguasai ibukota Sanaa pada September 2014, Houthi memaksa Presiden mundur dari jabatannya (Januari) lantaran tuduhan  ketidakadilan dan korupsi.   Aksi yang disebut revolusi oleh pihak Houthi ini, tidak serta merta didukung oleh semua pihak, khususnya presiden terguling. Ia melarikan diri ke Yaman dari tahanan Rumah, yang pada akhirnya keluar dari negerinya mencari perlindungan ke negara lain.

Tidak cukup di sini, ternyata Mansour Hadi meminta bantuan Arab Saudi dan koalisinya untuk melakukan agresi ke Yaman, negerinya sendiri dengan dalih melindungi Yaman dari agresi kelompok Houthi. Entah alasan itu benar atau tidak, menggelar aksi militer untuk menumpas kelompok yang dipandang pemberontak terlalu gegabah dan berdampak buruk, bahkan lebih buruk. Strategi yang tidak mengedepankan dialog dengan pendampingan pihak-pihak netral dari luar Yaman, membuat Yaman semakin terpuruk dalam krisis. Agresi yang menyebabkan kehancuran infra struktur dan instansi-instansi vital serta rumah-rumah warga, ditambah krisis kemanusiaan akibat genosida yang membunuh lebih dari 26oo warga, termasuk perempuan dan anak-anak, adalah dampak terlalu mahal dari kebijakan seorang “presiden” yang mengaku mencintai negeri dan rakyatnya.

Jika benar, Mansour Hadi bertindak demi kepentingan Yaman dan rakyatnya, bagaimana mungkin ia memilih solusi penyelesaian melalui agresi yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri dan menghancurkan negerinya ketimbang opsi lain yang dipandang lebih baik dan efektif.

Perlu dipertanyakan, apakah ia bertindak demikian untuk kepentingan Yaman dan rakyatnya, atau untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya? Inikah sosok seorang pemimpin yang dianggap paling peduli dan bertanggung jawab kepada rakyat dan negerinya? Seperti inikah Ia disebut seorang yang mencintai negerinya?? (ms)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: