Internasional

Benarkah Turki Lakukan Operasi Anti ISIS?

Salafynews.com ANKARA – Turki baru-baru ini menghadapi situasi serius keamanan setelah terjadinya bentrokan antara militer negara ini dan ISIS di perbatasan dan serangan bom di kota Suruc, dekat perbatasan Suriah yang menewaskan 32 orang dan melukai puluhan lainnya. Kebanyakan dari para korban merupakan mahasiswa dan pemuda berhaluan kiri.
ARN001200400_80000_02_Benarkah_Turki_Lakukan_Operasi_Anti_ISIS
Pasca insiden tersebut, pemerintah Ankara mengambil langkah-langkah keamanan dalam kerangka memerangi ISIS. Polisi Turki melancarkan operasi luas di kota Istanbul pada Jumat (24/7) pagi dan menangkap 297 orang. Kebanyakan dari mereka yang ditangkap dilaporkan merupakan kerabat kelompok teroris ISIS, namun di antara mereka juga ada anggota kelompok radikal kiri dan Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK). Jet-jet tempur Turki pada Jumat pagi juga membombardir posisi ISIS di utara Suriah.

Beberapa hari sebelumnya, serangan ISIS dari wilayah Suriah ke posisi militer Turki di wilayah perbatasan Kilis telah merenggut nyawa seorang tentara negara ini dan melukai dua lainnya. Operasi jet-jet tempur Turki diklaim sebagai balasan atas serangan tersebut. Turki juga mengizinkan Amerika Serikat mengunakan pangkalan militer Incirlik untuk melancarkan serangan udara terhadap ISIS. Dikatakan bahwa izin ini bukan tanpa konsesi timbal balik, dan sebagai imbalannya, AS menyetujui pendirian zona larangan terbang di utara Suriah.

Ini adalah pertama kalinya Turki menyerang posisi ISIS. Meski negara ini telah menjadi anggota Koalisi Internasional Anti-ISIS, namun  sejak pembentukan koalisi ini, pemerintah Ankara belum pernah melakukan langkah khusus untuk memerangi teroris Takfiri itu.Tampaknya sekarang telah terjadi perubahan kebijakan.

Pemerintah Ankara, khususnya Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, secara terbuka mendukung kelompok-kelompok Takfiri di Suriah sejak meletusnya krisis di negara Arab ini. Berbagai laporan menyebutkan bahwa Turki mengirim bantuan logistik dan senjata kepada ISIS ketika terjadi pertempuran sengit di Kobani Suriah antara pejuang Kurdi dan kelompok teroris tersebut. Skandal pengiriman senjata dari Turki untuk kelompok-kelompok teroris lainnya di Suriah juga menyeret kejaksaan negara ke dalam masalah tersebut.

Selain itu, Presiden Turki juga berulang kali menegaskan pentingnya penggulingan pemerintah sah Suriah. Erdogan menuntut intervensi terhadap krisis Suriah termasuk pendirian zona larangan terbang di utara negara ini.

Pada masa sekarang ini, pemerintah Turki terpaksa mengambil sikap anti-ISIS disebabkan serangan bom  yang dilancarkan oleh kelompok teroris ini di kota Suruc, di mana insiden ini telah menyulut respon dan kritikan masyarakat Turki khususnya Kurdi kepada pemerintah.

Pemerintah Ankara merasa satu-satunya cara untuk menenangkan opini publik adalah mengambil langkah khusus anti-ISIS. Oleh karena itu, pemerintah melancarkan operasi luas untuk menangkap anasir-anasir ISIS dan membombardir posisi mereka di dekat perbatasan Turki.

Langkah keamanan tersebut juga dinilai sebagai upaya Erdogan untuk menarik kembali opini publik kepada partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan, menyusul kebuntuan di sektor kebijakan internal Turki dan kegagalan upaya untuk menciptakan pemerintahan koalisi. Dengan upaya ini, mereka berharap akan memperoleh mayoritas kursi parlemen dalam pemilu mendatang.

Di sisi lain, Erdogan tidak memiliki dalih lainnya untuk mengambil tindakan anti-ISIS sehingga ia terpaksa bekerjasama dengan AS dengan memberikan izin penggunaan pangkalan militer Incirlik. Pemberian izin ini juga tidak gratis begitu saja, dan sebagai gantinya, Ankara menuntut pemberlakuan zona larangan terbang di utara Suriah. (SFA/MM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: