Asia

Bentrok di Kashmir Setelah Sholat Id Akibat Pelarangan Penyembelihan Sapi

Salafynews.com, JAMMU KASHMIR Bentrokan pecah antara pasukan keamanan India dan demonstran pro-kemerdekaan di Kashmir,  setelah sholat  Idul Adha (Hari Raya Kurban), yang menandai puncak dari ibadah haji tahunan haji.

Pada hari Jumat (25/9), ribuan demonstran turun ke jalan di kota utama Kashmir dari Srinagar, yang terletak 648 kilometer (403 mil) utara ibukota India, New Delhi, dan setidaknya dua tempat lain di wilayah Himalaya yang disengketakan. Para demonstran itu  mengibarkan bendera Pakistan dan  meneriakkan slogan anti-India serta melempari tentara India dengan batu.

Sebelumnya pada sekitar dua pekan lalu,  muslim di daerah Kashmir India juga menyerukan aksi mogok, setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan polisi menerapkan larangan perdagangan daging sapi di provinsi berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

Partai Demokratik Rakyat Jammu dan Kashmir yang berkuasa mengatakan mestinya semua pihak menyerahkan kepada masyarakat mana yang ingin dikonsumsi dan mana yang tidak.

Dalam kasus larangan perdagangan daging sapi, Pengadilan Tinggi menggunakan undang-undang yang berasal dari era kolonial.

Hakim mendukung petisi yang mengusulkan larangan penyembelihan sapi, binatang yang disucikan oleh para pemeluk Hindu.

Sejak partai Hindu nasionalis BJP berkuasa di India tahun lalu, diberlakukan peraturan yang memperketat penyembelihan hewan ternak.

Dalam rangka untuk mengurangi ketegangan yang muncul menjelang Idul Adha terkait pelarangan daging sapi, Ketua Konferensi Hurriyat, Sayyed Ali Geelani pada hari Rabu (23/9) meminta masyarakat muslim Kashmir untuk tidak melakukan hal-hal yang mungkin bisa melukai sentimen keagamaan masyarakat  lain di Jammu dan Kashmir. (Baca Pemimpin Kashmir Serukan Masyarakat Muslim Tunjukkan Solidaritas Saat Idul Adha)

“Allah telah menyatakan daging  hewan sapi halal bagi kita. Siapa pun tidak dapat menjadikannya sesuatu yang haram,  juga tidak bisa menghentikan kita dari mengkonsumsi hal itu. Namun pada saat menjelang Eid- ul Azha ini, kita harus menjunjung tinggi sunnah Nabi Ibrahim (AS), maka  jangan sampai kita terlibat dalam kegiatan apapun yang bisa melukai sentimen keagamaan  masyarakat manapun, ” ungkap Geelani dalam sebuah pernyataan.

“Kami meminta  kepada saudara Hindu kami agar tidak menjadi mangsa agenda kriminalitas RSS dan  seharusnya tidak membiarkan siapapun untuk menimbulkan perpecahan agama,” kata Geelani, menambahkan bahwa umat Islam tidak mengorbankan hewan sapi sebagai ajang pembalasan untuk  komunitas manapun. (ARN/RM/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: