Internasional

Bermain dengan Bahan Peledak, Remaja 15 Tahun ditahan di Austria

Salafynews.com, AUSTRIA – Seorang remaja lelaki 15 tahun warga Austria mulai diadili pada Selasa (26/5). Dia didakwa terlibat kelompok keras dan dituduh berniat mengebom stasiun kereta di Wina. Remaja ini diancam hukuman lima tahun penjara.

Remaja Di Duga Mau Meledakkan StasiunDilaporkan Reuters, dakwaan ini juga ditetapkan pengadilan ketika diketahui bahwa sang remaja mengontak salah satu anggota militan yang berjuang bersama ISIS di Suriah.

Remaja yang merupakan keturunan Turki tersebut telah mendekam dalam tahanan untuk kedua kalinya sejak Januari lalu, atas tuduhan melakukan aktivitas yang berbau terorisme. Reuters tidak menjelaskan aktivitas tersebut.

“Ia juga diduga mendapat perintah mengenai cara membuat bahan peledak dari laman Al-Qaeda untuk menjalankan serangan di Wina,” kata pengadilan yang terletak di 70 kilometer barat ibu kota Austria.

Menurut dakwaan, remaja yang pindah dari Turki pada 2007, ingin melakukan serangan sebelum bergabung dengan perang di Suriah dan berhubungan dengan perekrut ISIS di Wina.

Disaat penahanan polisi mengatakan bahwa remaja itu memuat permintaan mengenai pembelian bahan untuk sebuah bom dan berencana meledakkannya di tempat umum seperti Vienna Westbahnof, stasiun kereta utama.

Pengacaranya, Rudolf Mayer, mengatakan kepada AFP, kliennya hanya “bermain-main dengan ide” membuat bom. Ia telah ditahan sejak Januari setelah melanggar syarat jaminan.

Menurut laporan, yang belum dipastikan, kelompok ISIS menawarkan pembayaran 25 ribu euro (lebih dari 270 juta rupiah) jika ia berhasil melakukan serangan itu.

Seperti negara Eropa lain, Austria menyaksikan peningkatan arus warganya keluar atau mencoba keluar negara itu untuk bergabung dengan militan ISIS di Suriah dan Irak.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Austria, lebih dari 200 orang telah bergabung dengan ISIS, termasuk perempuan dan anak-anak. Sekitar 70 orang sudah pulang, beberapa di antaranya masih dalam tahanan menunggu sidang. (jb)

Sumber : Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: