Internasional

Bin Salman Ancam Presiden Mesir Dengan Kudeta

9998576030_bin_salman

Jum’at, 21 Oktober 2016

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi dalam jumpa pers dengan para wartawan, berusaha mengklarifikasi berita dari surat kabar Mesir. (Baca: Dukung Draf Rusia, Mesir Tendang Saudi, Riyadh Bekukan Bantuan Minyaknya)

El-Sisi menyangkal adanya perselishan antara negaranya dengan kerajaan Saudi, dan menuduh media-media dan beberapa media sosial sedang memperkeruh suasana di antara kedua negara ini. Setidaknya ia membuat serangan media Mesir mereda, walaupun kenyataannya masih ada api yang menyala di sisa-sisa arang.

Salah satu sumber mengatakan dalam sambungan telepon, bahwa “ketegangan hubungan antara Mesir dan Saudi akan terus berlanjut, dan di hari-hari mendatang kita akan menyaksikan langkah-langkah Mesir yang akan mengejutkan banyak orang”.

Jurnalis veteran Mesir, Mukarram Mohammed Ahmad yang dianggap sebagai salah satu orang yang paling dekat dengan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang saat itu bertugas untuk menulis draft pidato Mubarak, menggambarkan hubungannya yang kuat dengan presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah El-Sisi. Namun, ia telah memulai babak baru dengan mengkritik Saudi ketika ia muncul dalam sebuah program televisi, dan menegaskan bahwa “Israel akan mengambil alih tugas keamanan di pulau Tiran dan Sanafir”. Dan ia juga menngungkapkan bahwa Saudi menolak tiga kali pengiriman gas ke Mesir dalam beberapa bulan dan Saudi telah memberikan tekanan kepada Mesir agar melepaskan dua pulau tersebut sebelum mendaratnya pesawat Raja Salman di bandara Kairo selama kunjungannya yang terakhir ke Mesir. (Baca: Bin Salman Beli Kapal Pesiar Super Mewah “Serene” Senilai $550 Juta : Video)

Sumber-sumber Mesir menyatakan bahwa Mukarram Mohammed Ahmad tidak mengatakan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman, wakil putra mahkota Saudi-lah yang telah menekan Mesir dalam sebuah surat dengan “keras” dan “kasar” yang dikirimkan kepada Presiden El-Sisi. Semuanya dirahasiakan demi keberhasilan kunjungan resmi Raja Saudi ke Kairo dan karena kebutuhan kas negara Mesir terhadap deposito dan investasi Saudi.

El-Sisi mengklaim bahwa hal itu bukan termasuk pemberian Saudi pada Mesir, melainkan pinjaman yang memberikan keuntungan tertentu pada Saudi, yang sesuai dengan standar pasar keuangan global yaitu antara 2 atau 3 persen. Dan sulit bagi media-media Mesir untuk mengetahui isi pesan yang telah membuat rakyat Mesir marah pada pemerintah karena melepaskan dua pulau yang diyakini milik Mesir kepada Saudi.

Media Timur Tengah “Panorama” berhasil memperoleh informasi penting dari sumber-sumber di Saudi yang dekat dengan media Panorama, yang berpesan untuk tidak menyebutkan nama ataupun jabatannya demi keselamatan dirinya serta pimpinannya.

Sumber itu menyebutkan bahwa wakil putra mahkota Saudi Muhammad bin Salman yang telah mengirimkan surat kepada presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, di mana dalam surat tersebut Saudi menyebutkan tentang kudeta yang telah menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan Saudi mengancam akan membuka jalan untuk berulangnya kudeta serupa terhadap presiden El-Sisi dan memotong bantuan serta menarik deposito Saudi di Mesir jika presiden El-Sisi tidak tunduk pada permintaan Saudi untuk melepaskan dua pulau yakni pulau Tiran dan Sanafir kepada Saudi. (Baca: Israel Minta Obama Mediasi Pembelian Pulau Tiran dan Sanafir dari Saudi)

Selain itu, Mesir juga harus berjanji untuk tidak memberikan dukungan pada pemerintah Suriah dan tidak menjalin hubungan apapun dengan Iran. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: