Nasional

Blunder Amerika, Uni Eropa dan Turki di Suriah

Salafynews.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow harus melakukan tindakan pencegahan dengan menghancurkan ISIS di Suriah sebelum mereka membuat ulah di Rusia.

“Satu-satunya cara yang benar dalam memerangi terorisme internasional adalah bertindak preemtif (mendahului menyerang) dengan memerangi dan menghancurkan para petempur dan teroris di wilayah-wilayah yang sudah mereka kuasai, bukannya menunggu mereka mendatangi kita,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi.

Mari kita tengok ke belakang kembali tentang krisis Suriah. Kalau anda bilang situasi perpecahan dan banyaknya fitnah di Indonesia sudah gila, di Suriah sepuluh kali lebih gila. (Baca Vladimir Putin; Kecam Keangkuhan Barat Atas Penolakan Kerjasama Dengan Suriah)

Untuk menjatuhkan Presiden Bashar Assad, dihembuskanlah segala macam keburukan yang entah tentang keluarganya. Poin-nya adalah melemahkan kepercayaan rakyat kepada dia. Dan benar, sebagian dari mereka terpengaruh. Bukan rakyat saja, bahkan sebagian tentara pun terpengaruh.

Fitnah Media BaratPembunuhan karakter Bashar Assad bukan dilakukan di media lokal, tetapi di media-media internasional. Mulai dari BBC, CNN dan jaringan globalnya menghembuskan betapa Bashar Assad sangat kejam. Kekejamannya melebihi Saddam Hussain dan rezim otoriter global lainnya.

Pada waktu yang dianggap tepat, masuklah pasukan dari perbatasan Suriah-Turki. Mereka menamakan dirinya Free Syrian Army. Mereka disambut oleh penduduk perbatasan yang terpengaruh oleh kampanye global bahwa Suriah harus dibebaskan dari Bashar Assad. Mereka membuat lambang negara sendiri, bendera sendiri dan membuat struktur negara sendiri. Beberapa tentara Suriah membelot dan bergabung dengan FSA, yang mereka yakini akan mengembalikan negara ini ke tangan rakyat. (Baca Irak, Rusia, Iran, Suriah Bentuk Pasukan Gabungan Perangi ISIS)

Dan propaganda apa yang paling efektif untuk membuat rakyat Suriah perbatasan terpengaruh? Maka dihembuskanlah isu sektarian, Pemerintahan Suriah adalah sekuler harus menjadi negara muslim yang berdasarkan konsep khilafah.

Maka terjadilah pertempuran antara tentara pemerintah Suriah dan FSA. FSA ini begitu kuat secara persenjataan karena memang mereka dilatih dan dipasok koalisi Internasional melalui Turki, yang sudah berjanji kepada Uni Eropa akan berbuat apapun sesuai perintah mereka asal Turki bisa diterima menjadi bagian Uni Eropa.

Pada awalnya pertempuran yang terjadi mirip seperti pertempuran biasa, dimana strategi pemberontak adalah menjatuhkan Bashar sepertii mereka berhasil menjatuhkan Muammar Qaddhafi, mantan Presiden Libya. Tetapi Bashar tidak jatuh-jatuh. Malah Bashar Assad mengadakan pemilu ulang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa para pemberontak itu bukan warganya tetapi pasukan asing yang di bungkus pakaian jihadis untuk menghancurkan Suriah. Dan dalam pemilu itu, Bashar menang didukung oleh 88 persen rakyatnya. (Baca Lavrov ; Rusia Cegah Skenario Libya di Suriah)

Kegagalan FSA membuat koalisi yang memasok mereka meradang. Merekapun menyiapkan monster selanjutnya yang lebih gila dan kejam, dan lahirlah ISIS. Masuknya ISIS inilah yang menyadarkan rakyat Suriah yang kemarin mendukung pemberontak bahwa mereka salah. (Baca Media al-Qaeda)

Tapi terlambat. ISIS menyembelih mereka, membantai mereka, menjadikan anak-anak mereka sebagai pelaku bom bunuh diri, memperkosa istri dan saudara perempuan mereka, dan melakukan hal-hal yang diluar akal dan nurani manusia. Rakyat Suriah yang mudah terpengaruh propanda luar membayar semuanya dengan sangat mahal. Semua sebab pasti akan berakibat. (Baca Kegagalan Strategi ISIS di Suriah dan Libya)

Selain itu, ISIS juga membantai pasukan FSA dimana didalamnya banyak orang-orang al-Qaeda, yang tidak mau membaiat mereka. Dan salah satunya adalah anak dari Abu Jibril dan adik dari pemilik media “Arrahmah” yang telah tewas ikut berperang membela Al-Qaeda, dan sampai sekarang ISIS dan al-Qaeda masih tetap saling berperang, tapi juga memerangi Bashar Assad. Rumit sekali kenyataan ini. (Baca Keluarga al-Qaeda Indonesia)

Itulah awal perang Suriah yang melibatkan banyak negara. Yang semakin hari semakin kompleks dan membingungkan banyak pihak menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Slogan jihad ternyata efektif untuk memancing banyak orang ke Suriah, meski mereka sebenarnya heran, kok Amerika berpihak kepada mereka sedangkan mereka juga memusuhi Amerika. (SFA/DS/MM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: