Internasional

BOCOR! Dokumen Rahasia Kerjasama Saudi-Israel Untuk Hancurkan Yaman

Minggu, 19 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Sebuah dokumen penting yang bocor mengungkapkan sebuah instruksi yang dikeluarkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman selaku menteri pertahanan Saudi kepada komandan wilayah selatan agar menggunakan perusahaan “Majal Group Four” yang bertujuan untuk menghadang serangan para pejuang pendukung setia Houthi dengan cara memasang jebakan di daerah perbatasan selatan dan meledakkannya saat penarikan pasukan paket badai dari perbatasan itu. (Baca: Houthi: Amerika, Israel Tuan, Saudi dan Teroris Adalah Budak Kejahatan)

Dokumen yang dirilis oleh situs berita Yaman “nthnews” mengungkapkan bahwa Arab Saudi, karena kegagalan pasukannya dalam agresi di Yaman dan juga karena gagalnya pembentukan koalisi Internasional yang efektif untuk melawan Houthi dan rakyat Yaman, setelah sejumlah kota di perbatasan Saudi diserang roket dan rudal balistik oleh pasukan Yaman, yang saat ini sedang berada di ambang keruntuhan, mereka telah meminta kepada sebuah perusahaan milik Israel “Majal Group Four” agar menyebarkan dan menanam bom ranjau di perbatasan selatan senilai 45 juta dolar. (Baca: ISIS Predator Ciptaan Saudi-Israel Untuk Acak-acak Timur Tengah dan Islam)

Nthnews

Perlu dicatat bahwa perusahaan diatas merupakan anak perusahaan dari perusahaan Israel “G4S” penyedia jasa keamanan Israel, termasuk pemasangan dan penanaman bom ranjau di sejumlah daerah dengan menggunakan perangkat remote control untuk meledakkannya dari jarak jauh dan dikendalikan dari ruangan operasi dekat perbatasan saat musuh melancarkan serangan apapun dan ketika musuh mencoba untuk mendekati gedung atau pusat kota atau mobil milik mereka. Berikut ini kami lampirkan dokumen diatas yang dirilis oleh situs “nthnews”.

Dokumen Penting Kerjasama Saudi-Israel

Perusahaan itu juga memiliki sejumlah cabang di berbagai kota di Arab Saudi, cabang utamanya terletak di Jeddah dan bertugas menyediakan jasa keamanan untuk penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, hal itu tentu menyulut kontroversi di kalangan para tokoh ulama Muslim di dunia. Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem telah mengajukan keberatannya kepada Arab Saudi karena diserahkannya urusan keamanan pelaksanaan kewajiban haji kepada Perusahaan Keamanan Israel (G4S). (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: