Eropa

Bos Wikileaks Julian Assange Anjurkan Snowden ‘Musuh AS No Wahid’ ke Rusia

Salafynews.com, MOSKOW – Dalam sebuah wawancara dengan surat-kabar The Times yang dilansir oleh Rt-News pada Minggu (30/8) kemarin, pendiri WikiLeaks, Jullian Assange terang-terangan menyatakan bahwa pelarian Edward Snowden ke Rusia adalah idenya. Ia menganjurkan Snowden untuk mengungsi ke Moskow dan melupakan tujuan awalnya untuk ke Amerika Latin. (Baca Jullian Assange; AS Mata-Matai Musuh Dan Sekutunya)

Julian Assange dan Edward Snowden

“Snowden sebenarnya lebih memilih Amerika Latin, namun saya menasehatkan bahwa sebaiknya ia mencari perlindungan di Rusia meskipun akan ada beberapa konsekwensi negatif. Menurut perkiraan saya, ia memiliki resiko yang signifikan untuk diculik di Amerika Latin atas perintah CIA…diculik dan mungkin dibunuh,” ungkap Assange dalam wawancaranya.

Snowden terbang ke Moskow dari Hong Kong pada bulan Juni 2013. Setahun kemudian ia menerima izin tinggal di Rusia yang berlaku untuk waktu tiga tahun, dimulai dari tanggal 1 Agustus 2014.

Pendiri WikiLeaks itu menambahkan bahwa mantan agen NSA itu “sangat waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi jika ia mencari suaka di Rusia.” Whistleblower itu menghadapi beberapa dakwaan meliputi spionase dan pencurian properti pemerintah yang bisa menyebabkannya dipenjara selama 30 tahun jika kembali ke AS. (Baca AS Paksa Norwegia ‘Habisi’ Snowden)

Masih dalam wawancaranya terhadap surat kabar yang sama, Assange mengatakan bahwa hingga kini ia masih khawatir dengan nyawanya terkait masih adanya isu-isu keamanan.

“Ada beberapa ancaman bom dan pembunuhan dari beberapa orang…saya adalah seorang tokoh masyarakat dan seseorang yang sangat kontroversial termasuk di Amerika Serikat. Karenanya selalu ada banyak ancaman dari orang-orang yang tidak stabil,” katanya. (Baca Julian Assange; Eropa Harus Lawan Spionase AS)

Bagaimanapun juga, ia mengatakan bahwa dirinya tak percaya bahwa ia akan diculik oleh otoritas AS atau dibunuh dengan menggunakan drone. (Baca Permintaan Suaka Julian Assange Ditolak Prancis)

“Saya seorang kulit putih. Saya tak akan dikenai drone, kecuali saya masuk Islam, namun kita telah melihat bahwa keadaan sepertinya mulai bergerak ke arah sana,” tambahnya.

Assange juga berbicara mengenai kebijakan Washington. Secara teratur, Gedung Putih mengadakan pertemuan untuk menerima persetujuan Obama terhadap daftar target yang akan diserang dengan menggunakan drone.

“Di Amerika Serikat, setiap Selasa, Obama melakukan rapat untuk menentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati menurut undang-undang rahasia. Mereka menamakan Teror Selasa di Washington.” Jelas Assange. (SFA/LM/RT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: