Afrika

Brazil Hapus Kata ‘Israel’ dari Paspor Warganya

Salafynews.com, BRASIL – Pemerintah Brasil resmi menghapus kata “Israel” dari paspor bagi penduduk brasil yang lahir di Baitul Moqaddas.

IsraelSurat kabar Times of Israel melaporkan bahwa menteri luar negeri Brasil memberikan keputusan bahwa kata ‘Israel’ kini tidak akan lagi disebutkan sebagai salah satu tempat kelahiran bagi warganya di paspor. Pihak kementrian memerintahkan untuk menghapusnya.

Kedutaan besar Brasil di TelAviv mengatakan kepada koran “The Folha de Sao Paulo” bahwa aturan penghapusan kata ‘Israel’ pada dokumen tertentu merupakan aturan yang dikeluarkan sejak tahun lalu, akan tetapi salah satu media Brasil memuat artikel ini baru-baru ini.

Salah satu orang yang ikut andil dalam mengeluaran undang-undang ini, juga seorang Yahudi yang menjabat di Majlis Tinggi Brasil, tambahnya.

Dan dia (Duta besar Brasil untuk TelAviv) menyatakan bahwa rencana penghapusan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang, dan dia sangat mengecam aturan penghapusan kata ‘Israel’.

Dalam penjelasannya ia mengatakan ‘Aturan tersebut hanya akan menunjukan bahwa Brasil semakin kuat dan memandang Israel dengan sebelah mata’.

Ia juga menegaskan bahwa Baitul Muqaddas tidak akan pernah bisa dipisahkan dari Israel dan orang-orang yang lahir disana berhak untuk menuliskan tempat kelahirannya dalam dokumen pribadinya.

Sebagaimana diketahui, dalam agenda PBB telah ditetapkan  -pada tahun 1947- bahwa Baitul Muqaddas akan dikelola secara internasional. Akan tetapi, setelah Negara-negara Arab menolak keputusan tersebut dan sebelum Zionis Israel menguasai seluruh tanah jajahannya pasca perang 6 hari di tahun 1967, kota tersebut dibagi menjadi dua bagian, bagian Barat dikuasai oleh penjajah Israel dan bagian Timur dibawah control Yordania.

Rezim Zionis Israel telah menyatakan bahwa Baitul Muqaddas sebagai ibu kotanya, sehingga menuai banyak kritikan dan protes dari dunia internasional karena kota tersebut dibawah kontrol rezim Zionis dan pada akhirnya mayoritas masyarakat dunia menyebut Baitul Muqaddas sebagai tempat yang terjajah.

Disisi lain, pejabat rezim Zionis menyatakan, bahwa mereka tidak akan pernah membagi kota tersebut menjadi dua bagian, pihak  otoritas Palestina pun hanya akan menyebutkan Baitul Muqaddas sebagai ibu kota bagi Palestina di masa mendatang.

Pada akhir artikel koran tersebut dijelaskan bahwa hubungan bilateral antara rezim Israel dan Brasil terancam. Brasil menyakini bahwa rezim Zionis telah melanggar aturan-aturan dunia internasional dan hal tersebut diumumkan secara resmi oleh pemerintah Brazil.

Menurut analis, apa yang dilakukan oleh Brasil dalam menghapus ‘Israel’ dari paspor merupakan suatu tindakan yang mencontoh gerakan sebagian negara-negara lainnya, seperti Swedia, Inggris, Spanyol, Argentina, Polandia, yang berusaha memberi tekanan kepada rezim Zionis agar menerima keberadaan dua negara di tanah Palestina yang terjajah. (SFA/Mehr/Haaretz/HH)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: