Internasional

CIS; ISIS Perluas Kekuasaan di Negara-Negara Kaukasus

RUSIA, Salafynews.com – Novikov meminta instansi yang berwenang negara-negara anggota CIS untuk mengidentifikasi warganya yang terlibat dalam operasi bersama kelompok teroris seperti ISIS.

“The Commonwealth of Independent States” (CIS), sebuah organisasi negara-negara bekas Republik Soviet, memperingatkan bahaya kelompok Takfiri ISIS yang berusaha memperluas aksi kekerasannya ke negara-negara Kaukasus, Rusia Selatan dan Asia Tengah.
ISIS_Lakukan_Ritual_Talmud
Jenderal Andrey Novikov, kepala Pusat Anti-Terorisme untuk CIS, membuat pernyataan itu pada Rabu, 29/07/15, dalam pertemuan 14 kepala layanan khusus, layanan keamanan dan lembaga penegak hukum di kota Yaroslavl, sebelah barat Rusia.

ISIS saat ini mengklaim telah memasuki teritorial negara-negara kawasan CIS termasuk Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan bekas federal Rusia di sebalah utara, Selatan Kaukasus dan distrik federal Krimea,” kata Novikov.

Novikov meminta instansi yang berwenang negara-negara anggota CIS untuk mengidentifikasi  warganya yang terlibat dalam operasi bersama kelompok teroris seperti ISIS.

Pejabat itu juga memperingatkan, kelompok Takfiri ini intensif melakukan kegiatan rekrutmen dengan menarik warga asing, termasuk dari negara-negara CIS.

Novikov lebih lanjut mengatakan ISIS secara mengganggu keamanan tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga di tempat lain, dan menambahkan, kelompok Takfiri ini “merupakan mutasi baru terorisme internasional dan menggabungkan fitur pengelompokan bersenjata terorganisir dan agresif serta ideologi, katanya.

CIS adalah organisasi negara-negara regional bekas republik Soviet, termasuk Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan. [PressTV/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: