Nasional

Coreng Pluralisme Walikota Bogor ‘Bima Arya’ Dipanggil Komnas HAM

Salafynews.com, JAKARTA –  Kebijakan dan langkah Wali Kota Bogor Bima Arya belakangan ini terlanjur mencoreng pluralisme, memicu praktik diskriminasi, dan ketidakadilan dalam masyarakat. Untuk itu, selain klarifikasi kepada publik, Bima Arya juga harus menjelaskan secara rinci maksud dan tujuan kebijakannya dan segera mencari solusinya. (Baca Surat Terbuka Wakil Ketua PCI NU AS Protes Bima Arya Karena Tak Hormati Kesyahidan Cucu Nabi)

Arya Bima dengan Teroris

Demikian Ketua Yayasan Satu Keadilan Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10), menanggapi Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 300/1321-Kesbangpol tertanggal 22 Oktober 2015, yang isinya tentang larangan peringatan Hari Asyura tersebut.

Sejumlah kontroversi yang merugikan banyak pihak sudah terjadi sejak surat tersebut dikeluarkan. Bahkan, tekanan massa pun mulai bermunculan yang dipicu surat edaran dan banyak diinterpretasikan secara tidak tepat.

Menurut Sugeng, dengan surat itu maka Bima Arya telah melanggar HAM dan memprovokasi sikap intoleransi antarwarga. Untuk itu, Bima harus menjelaskan secara rinci latar belakang dan tujuan dari kebijakan yang dibuatnya kepada berbagai pihak dan lembaga penegak hukum termasuk Komnas HAM.

“Kebijakan dan langkah Wali Kota Bogor sangat blunder dan melanggar konstitusi berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” tegas Sugeng yang banyak melakukan advokasi dan pendampingan masyarakat di Jawa Barat ini.

Sebelumnya, Komnas HAM melayangkan surat nomor 007/ TIM-KBB/X/2015 pada 27 Oktober 2015 yang berisi teguran kepada orang nomor satu di Kota Hujan itu terkait dengan larangan peringatan Hari Asyura tersebut. Komnas HAM menilai, kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak setiap warga negara Indonesia sebagaimana diatur UUD Republik Indonesia 1945, UU No 39 Tahun 1999, dan UU lainnya.

“Jangan sampai pimpinan merasa takut karena ada tekanan dari kelompok tertentu. Apalagi ada dugaan pihak-pihak yang ikut mendukung surat edaran tersebut justru buronan internasional,” kata Sugeng. (SFA/MM)

Sumber: BeritaSatu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: