Amerika

Demi Israel Gedung Putih Ancam Otoritas Palestina

Salafynews.com – Gedung putih menyampaikan penentangannya atas upaya otoritas Palestina yang akan menuntut Israel atas kejahatan perang di Gaza.

“Kami menentang tindakan kontrapruduktif terhadap Israel”, kata Dewan Keamanan Nasional AS, Alistair Baskey pada Kamis 25/6. Selain itu, dua anggota parlemen AS memperingatkan (Kamis 25/6) bahwa AS akan menghentikan bantuan ekonomi kepada Otoritas Palestina, jika mereka masih bersikeras melaporkan kejahatan perang Israel.

Amerika Serikat telah “membuat jelas bahwa kami menentang tindakan terhadap Israel di ICC sebagai kontraproduktif,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Alistair Baskey Kamis.

Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Riyad al-Maliki telah mengajukan berkas tentang kejahatan perang Israel di Tepi Barat dan Gaza ke Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC).

Gedung Putih

Gedung Putih

Setelah pertemuan hari Kamis (25/6/15) dengan kepala jaksa ICC Fatou Bensouda di Den Haag, al-Maliki mengatakan ia telah mengirim berkas tentang penjajahan Israel di Gaza, dan pembangunan pemukiman ilegal rezim di wilayah yang diduduki serta perlakuan terhadap tahanan Palestina di tahanan Tel Aviv ke pengadilan .

File disusun oleh sebuah komite yang beranggotakan 45 orang itu, yang telah ditunjuk oleh Presiden Mahmoud Abbas pada bulan Februari lalu, yang diketuai oleh negosiator Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Riyad al-Maliki telah mengajukan berkas ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). File rinci kejahatan penjajahan Israel di Gaza dan konstruksi ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Mereka melengkapi penyelidikan awal yang dilakukan oleh jaksa ICC Fatou Bensouda kemungkinan adanya kejahatan di wilayah Palestina.

“Kami tidak percaya Palestina berhak untuk menyetujui Statuta Roma dan bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional,” tambah Baskey.

“Dengan mengirimkan laporan resmi atas tuduhan kriminalisasi terhadap pasukan Israel ke Kepala ICC Jaksa, maka efeknya adalah amerika mengancam akan menunda semua bantuan ekonomi ke otoritas Palestina,” kata Rep. Nita Lowey

Israel juga mengkritik langkah ini dan menyebutnya sebagai “upaya untuk memanipulasi dan mempolitisir mekanisme peradilan ICC.”

Sebuah penyelidikan terpisah oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB menuduh Israel melakukan kejahatan perang dalam Perang Gaza musim panas lalu.

Rezim Tel Aviv memulai agresi terbarunya terhadap Jalur Gaza pada awal Juli 2014. Perang, yang berlangsung selama 50 hari, merenggut nyawa lebih dari 2.130 warga Palestina, termasuk banyak anak-anak dan perempuan, dan melukai sekitar 11.000 orang lain. (SFA/AT/AT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: