Eropa

Demirtas; Tidak Mungkin Mempercepat Pemilu di Turki

TURKI, Salafynews.com – Pemimpin Partai Rakyat Demokratik pro-Kurdi (HDP) mengatakan bahwa “tidak mungkin” menggelar pemilu pada bulan November karena kondisi yang tidak stabil dan tidak mungkin digelar di daerah tenggara Turki.

“Teman-teman kita yang berasal dari tenggara Turki tidak memberikan kabar baik. Mereka mengatakan melakukan kampanye pemilu pada kondisi ini adalah mustahil. Ini adalah tujuan dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Mereka tidak akan mampu mengamankan kondisi yang diperlukan untuk pemilu”, Selahattin Demirtas seperti dikutip oleh surat kabar Turki Hurriyet Daily News, pada Rabu (2/9).

Demirtas lebih lanjut mengatakan bahwa pemilu tidak dapat diselenggarakan jika kekerasan terus berlangsung. Namun, ia juga mengingatkan bahwa memboikot pemilu tidak ada dalam agenda partainya. “Jika kekerasan terus berlanjut, pemilu tidak dapat dikendalikan. Tidak mungkin mengambil jajak pendapat dalam situasi seperti ini.”

Untuk pertama kalinya sejak berkuasa pada tahun 2002, AKP jatuh dan tak dapat memenangkan sura mayoritas yang cukup selama pemilu legislatif pada 7 Juni lalu, untuk membentuk pemerintahan satu partai.

Menyusul kegagalan pembicaraan koalisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyetujui pembentukan pemerintah sementara pada 28 Agustus. Pemerintah pembagian kekuasaan yang dibentuk oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu termasuk yang pertama perwakilan dari HDP dan akan menjalankan tugas negara sampai pemilihan yang akan dijadwalkan pada 1 November mendatang.

Demirtas mengatakan HDP akan bersaing dalam pemilihan dengan semua mekanisme politiknya, dan menambahkan tujuan partai adalah untuk mengamankan 20 persen suara pada tanggal 1 November.

Selama lima minggu terakhir, bentrokan antara militan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dengan tentara Turki di bagian tenggara negara itu terus meningkat dan telah merenggut nyawa lebih dari 60 anggota pasukan keamanan Turki.

Turki telah melancarkan serangan udara terhadap posisi PKK di Irak setelah serangan bom ISIS menewaskan 32 orang di kota Suruc pada 20 Juli. [Ptv/MM/Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: