Internasional

Demo Kulit Hitam Amerika Berlanjut ke Kota New York

Para pengunjuk rasa menuntut tindakan adil terhadap petugas polisi yang bertanggung jawab dalam kematian Eric Garner pawai di Jembatan Brooklyn pada 29 Mei 2015 di New York City. (AFP foto)

Para pengunjuk rasa menuntut tindakan adil terhadap petugas polisi yang bertanggung jawab dalam kematian Eric Garner pawai di Jembatan Brooklyn pada 29 Mei 2015 di New York City. (AFP foto)

New York, Salafynews.com – Massa turun ke jalan-jalan New York untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap kebrutalan polisi Amerika. Mereka menuntut tindakan adil terhadap petugas yang terlibat kematian Eric Garner pada tahun 2014 silam.

Para pengunjuk rasa berbaris dari markas Kepolisian New York di Manhattan ke pengadilan federal di Brooklyn pada Jumat malam.

Garner, warga keturunan Afrika-Amerika berumur 43 tahun itu tercekik sampai mati ketika ditangkap polisi menggunakan teknik choke-palka pada 17 Juli 2014. Sementara cara itu termasuk cara yang dilarang dalam penangkapan.

Menurut pemeriksaan medis, penyebab kematian Garner adalah tekanan pada saraf leher (chokehold)  dan tekanan pada dada.

Namun, Hakim New York memutuskan untuk tidak menjatuhkan denda pada petugas kepolisian bernama Daniel Pantaleo itu.

Eric Garner tewas setelah ditangkap dengan keras oleh polisi Daniel Pantaleo di Staten Island pada 17 Juli 2014.

Eric Garner tewas setelah ditangkap dengan keras oleh polisi Daniel Pantaleo di Staten Island pada 17 Juli 2014.

Para demonstran pada Jumat malam meneriakkan slogan-slogan menentang kebrutalan polisi dan diskriminasi rasis.

Kematian tragis Garner, ayah dari enam anak dan kakek dari dua cucu ini, terekam pada video yang telah ditonton masyarakat dan menyebabkan kemarahan publik.

Dalam video tersebut, Garner berulang kali mengatakan kepada polisi “Aku tidak bisa bernapas! Aku tidak bisa bernapas!”

AS baru-baru ini dihadapkan dengan serangkaian gambar kebrutalan polisi, di mana pria hitam bersenjata tewas setelah tertangkap polisi.

Kerusuhan baru-baru atas kematian Freddie Gray di Balltimore adalah yang paling besar di Amerika Serikat sejak protes di Ferguson menyusul penembakan remaja 18 tahun oleh seorang polisi kulit putih. (jb)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: