Analisis

Denny Siregar, Ahok dan Ketokan Maut KPK Kasus Sumber Waras

Selasa, 14 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi tidak menemukan adanya tindak pidana dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dari hasil penyelidikan tersebut, KPK tidak meningkatkan proses hukum ke tahap penyidikan. “Penyidik kami tidak menemukan perbuatan melawan hukum,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016). Empat pimpinan KPK lainnya ikut hadir dalam rapat tersebut, yakni Alexander Marwata, Saut Situmorang, Laode Muhammad Syarif, dan Basaria Panjaitan. (Baca: Fenomena Koh Ahok dan Mr. Sadiq Khan)

“Maka dengan selesainya penyelidikan oleh KPK, Gubernur DKI tidak terbukti melanggar hukum dalam kasus RS Sumber Waras”.

Info ini segera mendapatkan respon cepat dari pegiat medi sosial Denny Siregar dalam websitenya www.DennySiregar.com, yang berjudul “AHOK MENANG LEBIH CEPAT DARI BAYANGANNYA SENDIRI”, simak tulisannya:

Ketok palu Agus Rahardjo Ketua KPK itu seperti petir di siang bolong di telinga mereka yang selalu memaksakan bahwa Ahok wajib jadi tersangka KPK. “Saking wajibnya”, ketika KPK berkata tidak menemukan unsur kejahatan dalam pembelian RS Sumber Waras, KPK pun dituding telah di beli Ahok.

Makin gila lah mereka!

Tertutup sudah pintu masuk untuk menyingkirkan Ahok dalam pilgub DKI, karena sementara ini hanya itulah satu-satunya senjata yang pantas untuk mereka.

Catat saja mulai dari Yusril, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani sampai ormas seperti FPI bersatu padu secara gelombang untuk menjatuhkan Ahok. Mereka bukan hanya bergerak di media tetapi juga demo-demo yang akhirnya berakhir anarkis. (Baca: MEMANAS.. Beragam Cara Jegal Ahok Maju Lagi di Pilgub DKI 2017)

Nasi bungkus bertebaran untuk menjatuhkan Ahok mulai dari yang karet satu, karet dua bahkan yang ternyata di dalam nasinya ada karet kolorpun tidak ketinggalan. Ahok gak kunjung disebut sebagai tersangka. Ia masih baik-baik saja.

Apakah Ahok licin? Tidak juga.

Karena memang tidak ada indikasi sedikitpun bahwa RS sumber waras jadi ajang korupsi Ahok, kecuali laporan subyektif BPK dan imajinasi yang berujung onani para lawan-lawannya. Ahok tegar berdiri dan sedang santai menunggu seseorang jatuh dari monas. “Kapan sih bunyi gedebuknya?” (Baca: TELAK! Dokumen Ini Mematahkan Tuduhan BPK kepada Ahok Terkait Sumber Waras)

Dampak yang mengerikan bagi lawan-lawan Ahok adalah semakin populernya Ahok dengan cap “politisi bersih”, yang akan meningkatkan perlawanan terhadap mereka. Juga akan berbaliknya para “suara ngambang” yang menunggu dijadikannya Ahok sebagai tersangka, sekarang mereka akan lebih mantap dalam mencoblos-nya.

Ahok sungguh beruntung.. Banyak orang bersih yang sekarang menjadi pejabat yang mendukungnya. Bayangkan kalau ketua KPK itu Akil Mohtar -mantan ketua MK- yang mudah sekali dibeli dan terkenal menjual hukum kepada penawar tertinggi.

Mungkin karena sudah mendengar berita ini sebelum diumumkanlah, PDI-P tampak melunak. Tidak ada jalan lain, mendukung Ahok atau menjadi “Emak di seberang jendela”….

Seruputtt.. ehh puasa yaaa..

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: