Artikel

Denny Siregar Bongkar Propaganda Busuk Kelompok Radikal dan Liberal

31 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Syiah sesat !” Coba sekali-kali googling dengan keyword “Syiah”, maka yang banyak kita dapat adalah link tentang kesesatan Syiah. Syiah digambarkan begitu menyeramkan, menjijikkan, kafir-sekafirnya, pokoknya gak layak-lah hidup di dunia. (Baca: Kyai Madura Kompak Tolak Wahabi dan ISIS)

Hadis-hadis, sejarah-sejarah di pelintir habis penafsirannya. Proses ini juga bekerja pada konsep jihad, yang dipelintir menjadi pembantaian. Benih radikal disemai, disirami, dijaga dan terus ditumbuhkan.

Begitulah propaganda bekerja

Kebohongan yang diulang-ulang terus menerus, akhirnya menjadi patokan kebenaran bagi sebagian orang. Otak mereka dicuci habis-habisan sehingga berfikir sesuai apa yang “sponsor” inginkan. Sama dengan radikalisme, begitu juga yang sponsor inginkan dengan konsep liberalisme. Pemahaman terhadap humanisme dipampatkan dalam otak dengan propaganda, sehingga manusia tidak punya lagi batasan. (Baca: Wahabi, Radikalisme Diantara ISIS dan ATHEIS)

Pemahaman agama yang radikal di-sebagian orang, dijadikan justifikasi bahwa agama itulah yang menjadikan seseorang itu radikal. Agama menjadi sumber semua kesalahan dan kekejian. Dan mesin-mesin propaganda media terus membombardir akal mengaburkan antara fakta dan asumsi.

Akhirnya, mereka yang tidak punya pegangan kuat, condong menjauhi agama. Mereka menjadi “humanis” versi akal mereka sendiri yang diarahkan sponsor. (Baca: WASPADALAH.. Pengajian ‘Setan’ Kelompok Khilafah HTI dan Wahabi)

Mereka menjadi pendukung kuat hubungan sejenis. Mereka sibuk melakukan pembenaran-pembenaran dengan kata-kata takdir, genetika dan hal-hal lain yang dibungkus dengan “jurnal ilmiah” dan kata “pakar”. Sangat mirip dengan kaum radikal yang berpegang pada “hadis” dan “ulama” versi sponsor.

Ketika ada orang yang mengkritik pemikiran mereka, orang tersebut disudutkan sebagai anti toleransi, phobia, ketinggalan zaman dan banyak hal. Mirip juga kan dengan kaum radikal yang selalu mengatakan “anti Islam” dan “pengadu-domba”?.

Pemikiran Radikalisme dan Liberalisme itu seperti dua sisi mata uang. Anda menjadi condong ke salah satunya, ketika akal belum genap. Anda menjadi pembela fanatik, ketika tidak mampu menggunakan akal sebagaimana fungsinya. (Baca: Rais ‘Aam PBNU; Wahabi, Salafy, ISIS Ngaku-Ngaku Ahlusunnah)

Sama seperti minum kopi juga. Ada yang suka pahit sekali, ada yang suka manis sekali. Tidak pernah mereka berfikir bahwa pahit dan manis yang mereka sukai selama ini adalah hasil pembentukan persepsi dari “tangan-tangan yang tidak kelihatan”.

Dan kedua-duanya sebenarnya sama-sama menjauhi agama. Padahal, agama itu adalah takaran, bagaimana menjadikan semuanya seimbang. Minum kopi dulu, selamat pagi kawan… (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: INDONESIA DARURAT .. Bendera Negara Khilafah Dipajang dalam Peresmian Kantor HTI yang Dihadiri Walikota Bogor Bima Arya | SALAFY NEWS

  2. Pingback: BELAJAR DARI SURIAH, Inilah Karakteristik Ashabul Fitnah Yang Hancurkan Sebuah Bangsa | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Fakta Media Radikal Pro Teroris Hancurkan Islam dan NKRI | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: