Analisis

Denny Siregar dan Jagoan Baru Presiden Jokowi di Polri “Tito Karnavian”

TITO KARNAVIAN

Rabu, 15 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Heboh calon Kapolri baru semakin ramai di media sosial, bahkan para pakar politik dan media sosial saling berlomba mengeluarkan analisanya, memang santer ada dua kandidat Kapolri yaitu Budi Gunawan dan Budi Waseso, namun semuanya salah buyar hari ini, ternyata Presiden Jokowi tunjuk Pak Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri, ini adalah ‘Jagoan’ baru dalam institusi Polri, melihat track record Tito tidak mungkin salah lagi pilihan Jokowi.

Salah satu pegiat media sosial Denny Siregar tak luput keluarkan tulisannya tentang hal ini, beriku tulisannya:

SERUPUT KOPINYA, PAKDE

Patah sudah analisa banyak pakar bahwa Jokowi itu Presiden boneka. Sesudah mereka nyinyir bahwa ada “misi penyelamatan” Budi Gunawan dengan menjadikannya Wakapolri ketika Kapolri pensiun, mereka sekarang terhenyak dengan gigi berantakan.

Sempat banyak yang bicara bahwa BG satu saat akan menjadi Kapolri juga, karena Jokowi tidak bisa membantah Megawati yang sayang kepada BG. Tetapi ketika Jokowi mengajukan Tito Karnavian sebagai calon tunggal, tidak ada jalan lagi bagi BG untuk menjadi Kapolri. (Baca: Kepala BNPT: Densus 88 Tugas Untuk Bela NKRI, Jangan Dilemahkan)

Penunjukan Tito sebagai calon Kapolri menunjukkan bahwa Jokowi punya komitmen untuk membersihkan tubuh Polri dari tikus-tikus yang selama ini bersarang. Tito bisa disebut “bersih” karena tidak tersangkut rekening gendut dan korupsi. Ia diharapkan bisa membersihkan sektor reserse dan lalu lintas yag selama ini menjadi “mesin uang” oknum-oknum pejabat Polri.

Kenapa Tito? Kenapa bukan senior-senior diatasnya seperti BG, Buwas dan lain-lain?

Memang menarik..

Sulit untuk berharap bahwa Polri akan mulai bersih-bersih internalnya ketika banyak pejabat-pejabatnya yang masih bersarang di atap. Jokowi seperti memotong beberapa rantai generasi di Polri dan mengangkat “orang muda” yang belum terkontaminasi politik uang di Polri. Tito sendiri melewati 4 angkatan seniornya.

Tito Karnavian dikenal sebagai penangkap Tommy Soeharto tahun 2001. Ia pernah di Densus 88 dan sekarang di BNPT. Ilmu intelijen-nya sangat dibutuhkan untuk memukul kelompok radikal dengan cara yang elegan. Ini sesuai dengan visi Jokowi dalam meredam intoleransi di NKRI tanpa menyebabkan kerusakan yang besar. (Baca: Jokowi Minta Kepada Syeikh Al-Azhar untuk Bantu Sebarkan Islam Moderat Kepada Rakyat Indonesia)

Begitu banyak PR-nya.. Begitu banyak godaannya…

Semoga pak Tito terpilih dan bisa menjadikan Polri berwibawa kembali. Untuk melayani dan melindungi semua tanpa terkecuali…

Dan untuk pakde, permainan catur bapak sangat brilian. Menyingkirkan tanpa menyakiti. Membunuh tanpa ada yang menyadari. Menghantam tanpa ada pertentangan.

Sejak dulu saya begitu yakin, sulit bagi pakde mengangkat BG sebagai Kapolri. Tetapi memang harus cantik bermainnya supaya emak juga tidak sakit hati.. Saya sabar menunggunya dan inilah jawabannya.. Sudah waktunya berbuka puasa, seruput kopi dulu pakde.. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: