Fokus

Denny Siregar: “Lone Wolf” Beraksi di Samarinda

bom-samarinda

Senin, 14 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Samarinda diguncang sebuah teror menggunakan bom Molotov, ada korban dari anak-anak, kelompok peneror ini memang sedang ingin membuat keos negara dan ingin membuat negara Khilafah, mereka tidak percaya dengan pemerintah, karena dianggap “Thogut” yaitu pemerintahan kafir. Sebuah analisa menarik dari Denny Siregar tentang kelompok mana yang bermain dalam kasus ini, berikut tulisannya:

Stop Teroris

Peristiwa pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, mengingatkan kita lagi akan bentuk terorisme gaya baru. Seperti pernah kita bahas beberapa waktu lalu, terorisme menemukan bentuk barunya dengan tidak terorganisasi dan berdiri sendiri. Mereka dikenal dengan nama Serigala tunggal atau Lone Wolf.

Joh atau Juhanda adalah mantan napi atas teror bom di Tangerang dan bebas remisi thn 2014. Bebas remisi bukan berarti ia meninggalkan ideologinya, tetapi lebih kepada kelakuan baik selama di penjara. Ideologinya akan berdirinya negara Islam, bangkit kembali karena banyak berkomunikasi di internet, melihat apa yang dilakukan ISIS dan terpicu oleh bayangan surga dan bidadari sebagai motivasi terkuatnya. (Baca: Denny Siregar: Konflik Suriah di Indonesia)

Apa yang dilakukan Joh, mirip dengan penusukan polisi di Tangerang beberapa waktu lalu dan tragedi di Nice Perancis ketika seseorang menabrakkan truk di kumpulan orang yang sedang pawai.

Sulit sekali mendeteksi apa yang akan mereka lakukan, karena aksinya tidak mempunyai skenario. Pokoknya jihad, itu saja. Tentu jihad menurut versi mereka. Otak mereka sebenarnya sudah rusak karena doktrin.

Bom Samarinda

Awal-awal ini mereka menyerang polisi dan gereja. Tetapi ke depannya mereka melakukannya dengan cara yang sporadis, tidak lagi mengenal seragam dan agama, karena buat mereka “negara kafir dan thogut yang tidak mengenal sistem Islam” ini, masyarakatnya layak menerima hukuman.

Jadi, jangan pernah menuding satu. agama dalam kasus seperti ini, karena agama hanya bungkus saja. Terorisme adalah musuh semua agama bahkan seluruh elemen masyarakat. Kita sebenarnya wajib kasihan kepada model seperti Juhanda ini, karena mereka sebenarnya hanya korban dari ketidak-tahuan mereka. (Baca: Kepala BNPT: Indonesia Seperti Suriah Jika Tidak Punya UU Terorisme yang Pas)

Kasus Samarinda tidak ada kaitannya dengan demo 4 November kemarin, karena meski memakan korban, efeknya terlalu kecil untuk membuat kekacauan. Teroris yang terorganisasi biasanya membawa pesan untuk internasional, dan wilayah yang mereka tuju biasanya Jakarta dan Bali supaya pesannya efektif tersampaikan. (Baca: BELAJAR DARI SURIAH, Inilah Karakteristik Ashabul Fitnah yang Hancurkan Sebuah Bangsa)

Usul saya kepada pihak kepolisian, para Lone Wolf ini sebaiknya diarahkan dan dibina oleh Raam Punjabi. Siapa tahu bisa diikutkan dalam sinetron Handsome-handsome Wolf. Wah, kehabisan rokok dan kopi nih.. Nanti malam bisa berubah menjadi Coffee Wolf. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Poimin

    November 15, 2016 at 6:48 pm

    Pengen tau dan penasar x diriku.!!! Apa benar teroris ngebom greja yang banyak anak kecil nya???? Apa mungkin ya, teroris milih greja yang dikunjungi kbanyaan anak kecil???jadi bingung aku liat teroris ini. Apa benar dia teroris cuma ngebom itu aja?? Mungkin gak ya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: