Umum

Denny Siregar: Panggung Politik Ahok Dimulai

panggung-politik-ahok

Kamis, 17 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Setelah analisa Denny Siregar tentang Ahok jadi tersangka yang saat ini viral di media sosial, dia melanjutkan analisanya tentang panggung pertunjukan Ahok yang telah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian. Namun tidak berarti penetapan status ini membuat gaduh politik mereda namun masih saja ada kelompok-kelompok yang tidak legowo dengan putusan itu. Berikut tulisan Denny Siregar Panggung politik Ahok dimulai:

Ahok Pertanyaan menarik hari ini adalah “apakah status tersangka Ahok akan mempengaruhi elektabilitasnya?”.

Saya mengamati gerak Ahok sejak ia menjadi Gubernur menggantikan Jokowi. Belum pernah -setahu saya- ada pejabat publik yang mampu memainkan orkestra di media selihai Ahok. Pada posisi Ahok, ia bisa saja memainkan model yang sama seperti banyak pejabat lainnya, dengan memajang fotonya di bilboard-bilboard dan media luar ruang di setiap sudut kota Jakarta. Itu legal karena bisa disembunyikan dengan bahasa proyek “sosialisasi program”. (Baca: Kelompok dan Media Radikal Tarik Jokowi Dalam Kemelut Kasus Ahok)

Tetapi Ahok tidak menggunakan “cara lama” itu. Ia paham, ada kerinduan sebagian masyarakat akan sosok pemimpin yang tegas, jujur, berani tapi juga perduli orang kecil. Dia “memainkan” kerinduan itu dengan sangat pintar.

Langkah-langkah Ahok menjadi fenomenal ketika ia berantem dengan DPRD dan mengamankan anggaran trilyunan rupiah APBD DKI yang biasanya diperkosa beramai-ramai oleh eksekutif dan legislatif.

Dan ia memainkannya dengan cantik ketika ia bertemu dengan warga setiap pagi di tempat kerjanya, menaikkan gaji para pasukan pembersih dan memberangkatkan umroh para penjaga masjid.

Media melahap langkah-langkahnya dengan suka cita karena ia santapan yang menarik. Media sosial sibuk membicarakannya dengan pandangan pro dan kontra, yang malah mengangkat namanya jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan banyak orang. (Baca: Wejangan Mbah Moen Kepada Umat Islam Tentang Gaduh Ahok dan Al Maidah 51)

Ahok tidak dibesarkan oleh media, malah banyak media yang dibesarkan ketika mengamati langkah-langkahnya. Ketidak-pedulian Ahok terhadap dampak dari kerasnya ia membongkar tatanan mapan yang selama ini terjaga, membuatnya seperti seorang perenang yang menentang arus yang kuat.

Begitulah caranya menjadi besar. Ia “berbeda” dan orang suka melihat perubahan setelah sekian lama apatis terhadap pemerintahan yang gitu-gitu aja.

Inilah yang ditakutkan lawan politiknya, sehingga merekapun menyerangnya melalui media juga. Dahsyatnya, apa yang dilakukan lawan politiknya malah menjadikan nama Ahok terangkat keatas.

Ahok tidak perlu membayar mahal para buzzer yang bertebaran di medsos. Banyak orang yang sepandangan dengannya, bersedia menjadi relawan lepas karena simpati pada apa yang dilakukannya. Begitulah cara Ahok memainkan “perangnya” terlepas ia sadar atau tidak terhadap dampak dari apa yang dilakukannya. (Baca: Buya Syafii Maarif: Gejala Ahok Akibat Gagalnya Parpol Islam Melahirkan Pemimpin)

Kembali ke status tersangka Ahok, ia akan kembali menunjukkan kelihaiannya. Status tersangka ini akan dijadikannya kampanye gratisnya. Sekali lagi -tanpa harus membayar uang banyak untuk pencitraan diri- Ahok akan menjadikan pengadilan nanti sebagai panggungnya.

Ahok pasti akan selalu hadir dalam persidangan, karena dimana lagi mendapat sorotan gratis dr mata kamera nasional selain disana?.

Dan pembelaan-pembelaannya nanti di pengadilan, akan menarik banyak simpati kepadanya. Tanpa bermain sebagai korban, ia sudah dianggap menjadi korban dari ketidak-adilan. Mereka yang sempat tidak ingin memilihnya karena “pandangan terhadap pemimpin non muslim”, bisa berubah karena ingin membelanya.

Dan jumlah mereka ini jauh lebih banyak daripada mereka yang aktif di medsos dan berkoar-koar menjelekkan namanya.

Lihat saja demo kemarin, berapa persen warga Jakarta -pemilih potensial- yang hadir sehingga harus menambah jumlah peserta demo dari luar daerah yang notabene tidak punya hak memilih?.

Jadi jangan salah… status tersangka dan prosesnya di pengadilan ini justru akan menaikkan nama Ahok di mata pemilih. Cagub lain boleh menjanjikan bagi-bagi uang 1 miliar tiap RW, boleh saja terus mengkritik kebijakan Ahok sebelumnya, tapi mereka sendiri tahu, sulit sekali mengalahkan Ahok di pilkada kali ini. Jika tidak sulit, tentu mereka akan bertarung secara fair. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: