Analisis

#DennySiregar, Fahri Hamzah Korban ‘Cebok-cebok’ PKS

05 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Fahri Hamzah akhirnya resmi dipecat. Begitu pengumuman PKS, sesudah surat pemecatan-nya dari majelis Takhrim malang melintang di medsos dan akhirnya resmi di konfirmasi. Fahri sendiri tidak terima dan akan membawa pemecatan ini ke ranah hukum. Menurutnya partai sewenang-wenang.

Pemecatan Fahri Hamzah ini membuktikan banyak pandangan, bahwa PKS sedang bersih-bersih partai dari gerbongnya Anis Matta. Sejak dipimpin Sohibul Iman, PKS memang terlihat *agak berbeda”. Mereka lebih lunak dan lebih diam dari sebelumnya yang sering “lebih besar koar daripada kenyataan”. (Baca: Surat Terbuka Aznil ST: Indonesia Menggugat PKS)

Bisa dibilang, pemecatan Fahri ini adalah puncak pembersihan setelah sebelumnya Sekjen DPP Pusat PKS, Taufik Ridho mengundurkan diri. Beredar rumor bahwa ia ditekan supaya mengundurkan diri karena termasuk faksi Anis Matta.

Pertanyaannya, apakah benar PKS berubah?

Mungkin saja. Ini zaman dimana semua berubah dan tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.

PKS sudah merasakan begitu banyak penurunan citra dan kursi tentunya. Dihajar korupsi, isu poligami di internal, salah memilih kubu, sudah pasti membuat PKS goyang. Karena itu supaya bisa bertahan, PKS harus mulai berbenah.

Berkunjungnya PKS ke Jokowi beberapa waktu lalu, menunjukkan adanya pelunakan PKS. Meski mereka masih berkata bahwa mereka tetap di kubu KMP, tapi kenyataan berbicara lain. Memangnya masih ada KMP? Semuanya sudah lari lintang pukang, hanya menyisakan Gerindra dan PKS yang malu-malu kadal. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Pintarnya Sohibul Iman, ia tidak serta merta membelokkan PKS dengan tajam karena akan berbahaya. Biar bagaimanapun ia masih sangat membutuhkan kader-kader PKS yang selama ini setia dengan Anis Matta. Tanpa mereka, bisa dibayangkan hancurnya PKS karena eksodus beramai-ramai.

PKS masih bermain di dua kaki sebagai peralihan. Tetap memegang posisi sebagai oposisi pemerintah, tetapi sudah mulai mendekati elemen-elemennya. Salah satu kesalahan besar Fahri adalah ia membenturkan dirinya dengan KPK dan ini jelas akan menurunkan citra PKS sebagai partai bersih dan suci, sebab selama ini KPK masih dipandang bersih. Masa bersih melawan bersih?

Cebok-cebok ala PKS ini diharapkan efektif, terutama menghadapi pemilu 2019 mendatang. PKS memang terkenal sebagai partai yang daya tahannya kuat. Kasus korupsi LHI dulu sempat menjatuhkan mental kader-kadernya, tetapi karena mereka sejak awal dilatih militan, PKS tetap saja eksis di dunia politik. (Baca: Ari Wibowo: Mohon Maaf Jika Saya Terpaksa Benci Partai PKS yang Tolak Pancasila)

“Right or wrong is my party”, benar atau salah kau tetap partaiku tercinta adalah doktrin yang tidak semua partai punya. Mungkin ini akibat poligami di internal juga ya, karena diharapkan suami dan istri yang cinta PKS akan menghasilkan anak yang militan pula.

PR PKS  -jika ingin berubah- tentulah mulai mencerdaskan kader-kadernya, karena selama ini para kader PKS -saking militannya- menjadi tidak rasional. Mereka menghalal-kan segala cara, kalau perlu dengan fitnah, untuk memenangkan suara. Dan ini termasuk masalah besar penurunan suara PKS, karena mereka yang awalnya simpati menjadi benci. Sampai ada pepatah, “Lihat kemana PKS memihak dan pilihlah lawannya”. (Baca: PKS PARTAI TERLARANG)

Dan ini juga tidak mudah bagi Sohibul Iman, karena pengaruh Anis Matta masih sangat kuat di dalam. Jika dia terlalu kencang, bisa jadi ia akan didongkel dengan segala cara. PKS, gitu loh…

Untuk bung Fahri, sesudah tidak di parlemen mungkin bisa berkarir seperti kader asli PKS yaitu Jonru, yang terkenal dengan keuletannya. Mulai-lah dengan membuat akun Facebook, kemudian jualan fitnah, jangan dagang sprei, Jonru bisa ngamuk karena ada saingan. Ini secangkir kopi, bung buat menenangkan hati. Hidup seperti roda memang, kadang di bawah dan kadang dibawah sekali. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

1 Comment

1 Comment

  1. Andhar vijay

    April 6, 2016 at 8:25 am

    Saudi kolaps…kalian juga.
    Pura” baikan sama pemerintah, karena aliran dana tersengal-sengal.
    Partai bersih???…wkwkwkwk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: