Headline News

Desmond Dituding Lecehkan Islam dan Nabi, Kenapa MUI Bergeming?

Kamis, 17 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kasus Desmond Mahesa yang baru-baru ini membuat sebuah ucapan yang tidak pantas bahkan bisa jadi masuk dalam ranah peniscayaan kepada Islam dan Nabi Muhammad SAW, dia mengatakan bahwa “Sekarang tugas Ahok bagaimana untuk menghidupkan kembali Nabi Muhammad,” sindirnya. Namun hingga saat ini MUI tidak ada komentar sama sekali tentang celotehan Desmond tersebut, beda dengan ketika Ahok terpleset secepat kilat MUI keluarkan fatwa bahwa Ahok menghina Al-Qur’an dan melecehkan Ulama.

MUI

Namun saat ini Bambang Sri Pujo, yang mewakili Aliansi Nasional 98. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/1146/XI/2016/Bareskrim tertanggal 16 November 2016 telah melaporkan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa ke Bareskrim Polri.

Penistaan Agama

Desmond dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW karena pernyataan yang dilontarkannya dalam salah satu tayangan stasiun televisi swasta. (Baca: Apakah Ucapan Desmond Lecehkan Nabi Muhammad?)

“Kenapa tidak sekalian Ahok hadirkan Nabi Muhammad yang benar-benar memahami surat Al-Maidah,” katanya. Nah tugas Ahok, kata Wakil Komisi III DPR RI bagaimana Ahok untuk menghidupkan kembali Nabi Muhammad SAW untuk menjadi saksi dalam gelar perkara. Dan ucapan Desmond saat acara live di Inews dengan tema “Menuju Gelar Perkara” ia mengatakan “Kenapa Ahok tidak Meminta kepada Tuhan Untuk Menghidupkan Rasulullah, yang pasti umat Islam akan mengikutinya”.

Ini jelas sekali bahwa Desmond menghina dan melecehkan Nabi Muhammad, pasalnya yang pertama Nabi SAW sudah wafat dan tidak mungkin dihidupkan lagi, kedua tidak ada manusia yang dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal, ketiga kenapa harus membawa-bawa nama Nabi Muhammad SAW dalam urusan yang sepele seperti ini. (Baca: ‘Taruna Kiswotomo’ Lakukan Makar dan Serukan Kudeta Hingga Lecehkan Jokowi, TNI, POLRI, NU)

Sudah selayaknya Desmond meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataannya yang tidak layak dan sangat melecehkan Nabi yang mulia.

Menurut Bambang, Desmond menyatakan, Ahok lebih baik membangkitkan Nabi Muhammad ketimbang mendatangkan ahli dari Mesir.

“Setelah dianalisis secara hukum, pernyataan Desmond ini kami anggap lebih berbahaya, dari pernyataan Pak Ahok,” ujar Bambang, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Desmond dilaporkan atas dugaan penistaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bambang mengatakan, meski berseberangan dengan Ahok, seharusnya pernyataan itu tak dilontarkan Desmond. Ia menilai, ada dua hal dalam pernyataan Desmond yang dianggap menistakan agama.

Pertama, Desmond menyinggung soal menghidupkan orang yang sudah mati.

Kedua, orang yang dimaksud adalah Rasul yang merupakan utusan Allah.

“Menurut kami, itu sangat bertentangan dengan Pasal 156 a sehingga kami, masyarakat, tidak nyaman,” kata Bambang. Pernyataan Desmond juga dianggap bertentangan dengan putusan Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Dalam pandangan MUI, kata Bambang, penistaan agama salah satunya adalah mengingkari Rukun Islam dan Rukun Iman. Menurut Bambang, sebagai orang terpelajar, seharusnya Desmond menyadari pernyataannya menyalahi ajaran agama.

“Kami anggap ini sebuah kesengajaan,” kata dia. Namun sampai saat ini MUI pun bergeming dan tidak keluarkan statement apapun terkait ucapan Desmond. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: