Asia

Diplomat Cabul Saudi Melarikan Diri dari India Setelah Terjerat Kasus Pemerkosaan TKW Nepal

Salafynews.com, NEW DELHI – Seorang diplomat Arab senior yang dikatakan telah menyekap dan memperkosa dua tenaga kerja perempuan Nepal di rumahnya di India telah menggunakan kekebalan diplomatik dan meninggalkan negara Asia.

Dua wanita berjilbab asal Nepal, yang mengatakan kepada polisi bahwa mereka diperkosa oleh seorang pejabat Saudi, berjalan di luar kedutaan Nepal di New Delhi, India, 9 September 2015.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Vikas Swarup dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu malam mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan diidentifikasi diplomat itu bernama Majed Hassan Ashoor, diduga telah memperkosa dua tenaga kerja Nepal, dan diplomat itu sekarang telah meninggalkan India.”

Diplomat Saudi tersebut berlindung dibalik Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. (Baca Diplomat Saudi di India Perkosa 2 Wanita Tenaga Kerja Asal Nepal)

Dua wanita Nepal itu, berusia 50 dan 30 tahun, diselamatkan polisi dari kediaman diplomat Saudi di kota Gurgaon, selatan ibukota, New Delhi. Polisi melakukan penyelidikan setelah salah satu tenaga kerja yang lain berhasil melarikan diri dari apartemen diplomat itu, dan melaporkan bahwa ada dua tenaga kerja asal Nepal mendapatkan pelecehan seksual kepada polisi. Itulah penyebab kedua wanita itu diselamatkan.

Mereka berdua telah ditahan di apartemen mewah, tidak diberi makanan, dipukuli dan diperkosa berulang kali. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap ashoor atas perkosaan, sodomi dan penyekapan.

Apartemen Diplomat Saudi di India

Namun, penyelidikan itu terhenti karena polisi tidak bisa mempertanyakan ashoor karena status diplomatiknya. Dia dilaporkan pindah bersama seluruh keluarganya dari kedutaan Saudi di ibukota India, yang berada di luar yurisdiksi negara itu.

Melihat situasi ini, pihak kepolisian meminta bantuan Kementerian Luar Negeri India dalam rangka untuk mendapatkan akses diplomatik, kementerian, memberikan solusi dengan cara melakukan penyelidikan bersama dengan pemerintahan Saudi.

Kedutaan Saudi membantah isu tersebut dan mengatakan “bahwa tuduhan tersebut adalah palsu dan belum terbukti.”

Akan tetapi hal tersebut dibantah oleh para korban mereka mengatakan telah dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, mereka mengklaim bahwa diplomat Saudi menyekap mereka selama berbulan-bulan sebelum mereka diselamatkan.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Times Now, kedua wanita itu akan terus melakukan perlawanan atas kasus ini, mereka trauma dan takut kembali ke India karena akan menghadapi kekerasan seperti itu lagi.

Ribuan Nepal pergi ke India dan negara-negara Asia dan Arab lainnya setiap tahun untuk mencari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dan buruh. Berdasarkan Konvensi Wina, diplomat dan anggota keluarga mereka memiliki perlindungan hukum di negara yang mereka tempati. (SFA/MM/PTV)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pembantu Asal India Dipotong Lengannya | SalafyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: