Internasional

DISKRIMINATIF! Pemerintah Riyadh Berlakukan Ceramah Khutbah Jum’at Seragam

Senin, 23 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Kementerian urusan Islam dan dakwah serta bimbingan Arab Saudi, berencana untuk memulai dalam dua minggu ke depan penerapan sistem elektronik baru untuk menyatukan dan menyamakan muatan khutbah Jumat di berbagai masjid di Arab Saudi.

Surat kabar “Okaz” mengutip dalam situsnya pada hari Minggu dari sejumlah sumber di kementerian yang menyebutkan bahwa sistem elektronik akan diterapkan bulan depan sebelum Ramadhan secara bertahap, dijelaskan bahwa telah dibentuk komite yang bekerja khusus untuk mengidentifikasi para penceramah yang tidak berkomitmen pada pidato yang telah disediakan oleh kementerian. (Baca: Monarki ‘Wahabi’ Arab Saudi Rubah Al-Quran untuk Kepentingan Politiknya)

Ditambahkan bahwa akan segera dimulai penggunaan perangkat elektronik seperti tablet “iPad” di beberapa masjid besar, teks pidato dikirim kepada para pengkhutbah yang semua rincian alamat elektronik mereka telah didata di Kementerian, seperti dilansir Raialyoum (22/05).

Inilah fakta yang terjadi di Saudi, bahwa keluarga ini menentukan apa yang boleh dibaca dan tidak boleh, karena secara umum dilarang mendatangkan buku-buku. Jika seseorang mendatangkan buku-buku yang dilarang, maka ia akan dikenai sanksi dan dipenjarakan. Kepemilikan buku dilarang, kecuali yang mendapat izin keluarga ini. (Baca: Terorisme dan Wahabi Alat Barat-Saudi Hancurkan Islam)

Negeri ini berlaku diskriminatif dalam interaksinya dengan manusia. Mereka tidak memperlakukan layaknya warga negara khususnya ulama yang memiliki hak yang sama, tetapi membagi perlakuan atas dasar etnis, mazhab dan wilayah.

Kendati terdapat ragam keyakinan dan mazhab, semua mazhab dan keyakinan ini terlarang, kecuali keyakinan dan mazhab keluarga ini (Wahabi). Jika terungkap mazhab yang berbeda dari mazhab keluarga yang berkuasa, maka akan dipersoalkan. Anda tidak boleh mengadakan ibadah apapun di rumah atau di luar rumah kecuali sesuai dengan cara ibadah keluarga penguasa. (Baca: Persekutuan Hitam Rezim Saudi dengan Wahabisme yang Anti Nabi Muhammad)

Para ulama negeri ini adalah ulama bayaran yang bertugas mengeluarkan fatwa demi kepentingan penguasa demi menjustifikasi tindakan-tindakan keluarga monarki ini, sedangkan ulama-ulama yang berseberangan dengan pemerintah akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: