Amerika

Dokumen Rahasia AS-Inggris Putus Pasokan Minyak Soviet dari Timur Tengah

Senin, 27 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Majalah Amerika “Politico” mengungkap sejumlah dokumen “sangat rahasia” memuat rencana yang disiapkan oleh Inggris dan Amerika menggunakan senjata nuklir dalam rangka mencegah Uni Soviet mengontrol minyak Timur Tengah.

Situs media “Russia Today” mengutip keterangan majalah Politico yang mengatakan dalam sebuah laporannya yang dirilis baru-baru ini bahwa “ada sejumlah dokumen yang dirancang secara sangat rahasia selama bertahun-tahun dan menunjukkan beberapa langkah yang dipersiapkan oleh Inggris dan Amerika Serikat untuk mencegah sampainya minyak ke Uni Soviet selama tahun lima puluhan”. (Baca: Ben Carson : Genderang Perang Ditabuh ” US Vs Rusia “)

Dokumen AS dan Inggris

Majalah itu mengatakan bahwa telah dirancang apa yang dikenal dengan “Denial Policy”  (kebijakan penolakan) pada tahun 1948 saat Uni Soviet berusaha memblokade Berlin Barat, sehingga angkatan udara Amerika dan Inggris terpaksa terbang dalam rangka untuk menyediakan pasokan vital ke Berlin dan memutuskan Penghancuran sejumlah kilang dan ladang minyak serta menonaktifkan jaringan pipa.

Menurut majalah tersebut, saat itu Presiden Amerika Harry Truman takut akan kemungkinan kontrol Rusia atas Iran dan Irak dan mungkin juga Semenanjung Arab yang akan mencekik pasokan minyak yang amat penting bagi Amerika dan Eropa, mereka tidak akan mampu untuk menghentikan ekspansi Soviet di Timur Tengah, sehingga mereka mulai bekerja dengan sebuah rencana rahasia untuk menyabotase instalasi minyak di wilayah tersebut. (Baca: Perang Dunia Ke-3, Siapa Lawan Siapa?)

Majalah tersebut mengungkapkan bahwa Dewan Keamanan Nasional AS pada akhirnya merencanakan apa yang dikenal sebagai NSC 26/2, yang telah disetujui oleh Truman pada tahun 1949, dimana sejumlah sumur minyak, pipa dan kilang akan diledakkan untuk mencegah bahan bakar jatuh ke tangan Stalin.

Beberapa dokumen itu mengatakan bahwa agen CIA, Allen Dulles, mengunjungi wakil presiden perusahaan Aramco, Terry Duce, pada waktu perusahaan itu masih milik bersama antara beberapa perusahaan minyak Barat Exxon, Mobil, Chevron dan Texaco serta Arab Saudi, pada saat itu Duce menyetujui untuk memberikan bantuan dan menawarkan sejumlah karyawan relawan Aramco untuk melaksanakan rencana tersebut sebagai bentuk invasi terhadap Soviet.

Dokumen-dokumen itu juga menunjukkan bahwa Inggris berhasil menguji coba senjata nuklir di awal tahun lima puluhan dan cara yang paling sempurna untuk menghancurkan instalasi minyak adalah dengan pemboman nuklir. (SFA)

Sumber: SANA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: