Internasional

Dokumen Rahasia; Rencana Pembunuhan Presiden Sudan Selatan

Salafynews.com, KAIRO – Mesir dan Sudan bekerjasama dalam sebuah rencana pembunuhan terhadap Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, setelah kemerdekaan Sudan Selatan di Tahun 2011.  Hal ini terungkap dalam salah satu dokumen yang diretas dari Kemenlu Saudi dan kemudian dirilis oleh Pasukan Cyber Yaman.

Dokumen yang juga telah dikirim kepada FNA dan WikiLeaks ini menunjukkan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi, Saud al-Faisal, menulis kepada raja Saudi yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri bahwa telah terjadi perencanaan pembunuhan terhadap Salva Kiir.

SaudiDokumen laporan itu juga menyatakan bahwa intellijen Mesir mengirim secara terpisah tiga agen pembunuh paling berbahaya untuk tinggal di daerah Garden City di Khartoum.

“Tujuan pengiriman mereka ke Khartoum adalah untuk bekerja sama dengan intellijen Sudan dalam pembunuhan dan penghapusan Kiir beserta para pembantunya,” tulis Saud al-Faisal.

Akhir Mei lalu, Pasukan Cyber Yaman merilis sebagian kecil informasi-informasi serta dokumen-dokumen yang berhasil diretas dalam serangan cybernya terhadap Kemenlu, Kemenhan dan Kemendagri Saudi Arabia. Pasukan Cyber Yaman juga kemudian mengirim salinan dokumen-dokumen yang berhasil diretas kepada  FNA dan WikiLeaks.

Surat Kawat Rencana Pembunuhan  Presiden Sudan Selatan

Surat Kawat Rencana Pembunuhan Presiden Sudan Selatan

“WikiLeaks merilis 60.000 dokumen pada hari Jumat dan berjanji untuk mengungkap sisanya dalam beberapa pekan mendatang, tapi kami berencana untuk merilis dokumen-dokumen itu dalam beberapa berita terpisah karena banyak dari mereka yang mengandung nama-nama warga negara asing yang sedang membutuhkan visa kunjungan ke Arab Saudi, misalnya untuk Haji serta ziarah. Nama-nama mereka telah disebutkan di antara agen Saudi. Jadi merilis daftar nama dan semua dokumen begitu saja, mungkin bisa menyakiti orang yang tidak bersalah dan tidak  melakukan apa-apa, yang kini sedang memerlukan visa dari kedutaan Saudi untuk melakukan ibadah haji, ” ungkap Seyed Mostafa Khoshcheshm ketua editorial FNA Inggris.

Sedangkan WikiLeaks melalui situsnya menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan “harta karun” melimpah berisi ribuan dokumen yang dirilis oleh kelompok hacker “Yemeni Cyber Army” atau Pasukan Cyber Yaman. WikiLeaks juga mengumumkan bahwa pihaknya telah mengantongi lebih dari 500.000 dokumen dan akan mengungkap semuanya dalam beberapa pekan. (FNA/SFA/LM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: